1. Kaki mini
|
(roadtickle.com)
|
Mereka harus berjuang panjang demi mendapat predikat cantik. Saat masih kecil, tulang telapak kaki mereka sudah harus dipatah-patahkan demi bisa dibebat dan membentuk struktur kaki yang baru. Karena pertumbuhan kuku yang tak terelakkan, banyak wanita yang merasa kesakitan tak berujung. Tradisi ini sudah tidak dipraktikan, namun wisatawan masih bisa berjumpa perempuan tua yang dulu mengalami hal ini.
2. Kalung leher
|
(roadtickle.com)
|
Awalnya, para gadis telah mengenakan beberapa kalung selebar leher berwarna emas semenjak mereka kecil. Kemudian, kalung ditambah satu per satu seiring bertambahnya umur. Semakin tua, semakin panjang leher. Para wanita ini tidak bisa melepaskan kalung lehernya karena tulang leher mereka sudah meregang dan tidak bisa menopang lagi.
3. Piring di bibir
|
(roadtickle.com)
|
Lempengan bibir ini mungkin terlihat aneh bagi Anda, tapi tidak bagi para suku yang menganut. Menurut mereka, wanita terlihat lebih cantik dengan lempengan bulat besar di bibir mereka. Beberapa suku yang masih menerapkan sistem kecantikan seperti ini ada di sepanjang Sungai Amazon dan Afrika.
4. Korset super ketat
|
(roadtickle.com)
|
Namun ada yang menanggapi hal ini dengan terlalu serius, sehingga ada wanita yang mengenakan korset dengan sangat ketat. Bahkan ada juga wanita yang meminta tulang rusuknya diangkat agar memudahkan pembentukan tubuhnya jadi seperti jam pasir. Wanita dengan pinggang sangat kecil ini kebanyakan meninggal saat melahirkan.
5. Ikat tengkorak kepala
|
(roadtickle.com)
|
Biasanya, kepala mereka sudah dibebat sejak bayi, sejak tulang tengkorak masih belum terlalu keras. Anak berumur 1 bulan langsung dibebat kepalanya, dengan ikatan sedemikian rupa sehingga membuat kepala mereka tidak bulat melainkan lonjong. Tengkorak yang demikian menjadi simbol kecerdasan dan intelegensi.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh