Selain alam liar, Afrika dikenal sebagai tempatnya negara-negara miskin. Banyak warga Afrika yang tinggal sebagai gelandangan, di gubuk kecil yang disebut sebagai Shanty atau Makhukhu.
Gubuk-gubuk itulah yang dimiliki resor bintang 5 di Bloemfontein, ibukota Provinsi Free State, Afrika Selatan. Emoya Luxury Hotel & Spa, begitu nama resor tersebut, punya Shanty Town yang adalah replika kota gelandangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radio dengan baterai, toilet di bagian luar gubuk, dan sebuah drum besar untuk memasak juga tersedia untuk wisatawan. Inilah kondisi asli Shanty pada umumnya, yang terdapat di banyak tempat di Afrika.
Bedanya, turis bisa terhubung dengan WiFi. Untuk menghalau udara dingin, tiap Shanty dilengkapi dengan penghangat di bawah lantainya. Tentunya, Shanty Town ini juga aman meski tampak kumuh seperti aslinya.
Tinggal seperti gelandangan terlalu menyakitkan untuk Anda? Di dekat Shanty Town ada Basotho Village, bagian Emoya Hotel & Spa yang kontras dengan atmosfer gelandangan. Inilah akomodasi bintang 5 yang asli, dengan fasilitas mewah dan spa yang tersohor di kalangan wisatawan.
Untuk menginap di Shanty Town, satu gubuk untuk 4 orang harganya 850 Rand (973.000). Sementara di Basotho Village, harga per kamar mulai dari 950 Rand (Rp 1,1 juta) per orang.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica