1. Fenomena langka
(Amusing Planet)
|
Grand Canyon yang diselimuti kabut tebal adalah pemandangan langka. Terang saja, peristiwa ini hanya terjadi dalam satu dekade atau 10 tahun sekali.
Bayangkan saja, Grand Canyon yang wilayahnya punya panjang 446 km dan lebar 29 km ini diselimuti oleh kabut yang sangat tebal. Saat meliatnya dari atas, rasanya seperti berada di atap dunia saja!
2. Disebut sebagai inversi suhu
(Amusing Planet)
|
Fenomena langka yang terjadi saat Grand Canyon diselimuti kabut tebal disebut sebagai inversi suhu. Inilah peristiwa ketika suhu udara meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Lalu, kabut terbentuk akibat udara lembab dan mengembun.
Biasanya, kabut yang terjadi pada daerah lembab seperti wilayah lembah dapat menghalangi matahari. Dengan kata lain, kabut yang tercipta adalah sangat tebal.
Inversi suhu biasanya terjadi hanya satu atau dua kali dalam setahun saat musim dingin. Namun, kalau sudah kabut tebal seperti ini hanya terjadi tiap 10 tahun sekali.
3. Pemandangan cantik
(Amusing Planet)
|
Saat Grand Canyon ditutupi kabut tebal, pemandangannya benar-benar cantik. Hanya ada beberapa puncak tebing yang terlihat menembus kabutnya. Anda pun bisa trekking ke atas puncak tebingnya untuk memandangi pemandangan cantik tersebut.
4. Cuaca yang dingin
(Amusing Planet)
|
Karena adanya inversi suhu, maka cuaca dingin dan curah hujan tinggi akan terjadi di wilayah Grand Canyon. Bagi Anda yang mau trekking ke sana, baiknya siapkan perlengkapan anti hujan agar perjalanan lebih nyaman.
5. Surganya fotografer
(Amusing Planet)
|
Bagi Anda yang gemar fotografi, datanglah saat Grand ini tertutup kabut tebal. Saat menjepret gambar di sana, mungkin tak ada yang percaya kalau itu adalah di Grand Canyon. Betapa tidak, Grand Canyon terkenal dengan pemandangan serba cokelat yang terlihat dari tebing dan lembahnya. Saat tertutup awan, tempat wisata paling terkenal di AS ini jadi serba putih!
Grand Canyon yang diselimuti kabut tebal adalah pemandangan langka. Terang saja, peristiwa ini hanya terjadi dalam satu dekade atau 10 tahun sekali.
Bayangkan saja, Grand Canyon yang wilayahnya punya panjang 446 km dan lebar 29 km ini diselimuti oleh kabut yang sangat tebal. Saat meliatnya dari atas, rasanya seperti berada di atap dunia saja!
Fenomena langka yang terjadi saat Grand Canyon diselimuti kabut tebal disebut sebagai inversi suhu. Inilah peristiwa ketika suhu udara meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Lalu, kabut terbentuk akibat udara lembab dan mengembun.
Biasanya, kabut yang terjadi pada daerah lembab seperti wilayah lembah dapat menghalangi matahari. Dengan kata lain, kabut yang tercipta adalah sangat tebal.
Inversi suhu biasanya terjadi hanya satu atau dua kali dalam setahun saat musim dingin. Namun, kalau sudah kabut tebal seperti ini hanya terjadi tiap 10 tahun sekali.
Saat Grand Canyon ditutupi kabut tebal, pemandangannya benar-benar cantik. Hanya ada beberapa puncak tebing yang terlihat menembus kabutnya. Anda pun bisa trekking ke atas puncak tebingnya untuk memandangi pemandangan cantik tersebut.
Karena adanya inversi suhu, maka cuaca dingin dan curah hujan tinggi akan terjadi di wilayah Grand Canyon. Bagi Anda yang mau trekking ke sana, baiknya siapkan perlengkapan anti hujan agar perjalanan lebih nyaman.
Bagi Anda yang gemar fotografi, datanglah saat Grand ini tertutup kabut tebal. Saat menjepret gambar di sana, mungkin tak ada yang percaya kalau itu adalah di Grand Canyon. Betapa tidak, Grand Canyon terkenal dengan pemandangan serba cokelat yang terlihat dari tebing dan lembahnya. Saat tertutup awan, tempat wisata paling terkenal di AS ini jadi serba putih!
(aff/aff)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama