Mencari Damai di Auckland

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mencari Damai di Auckland

Ken Yunita - detikTravel
Jumat, 20 Des 2013 18:30 WIB
Mencari Damai di Auckland
Auckland - Auckland, bekas ibukota Selandia Baru ini memang sepi. Sedikit membosankan. Tapi tetap, banyak hal menarik yang bisa dinikmati di sini.

Sepi. Begitu kira-kira pendapat saya sewaktu menginjakkan kaki di Auckland, bekas ibukota Selandia Baru. Saya langsung berpikir bakal mati kebosanan saat harus tinggal di kota ini barang seminggu saja.

Bandara di kota ini juga lengang. Padahal, di kota mana saja, bandara biasanya selalu ramai orang. Di jalanan, tak banyak kendaraan berlalu-lalang. Nyaris mustahil mendengar bunyi klakson saat melintasi jalanan di Auckland.
Β 
Saya lantas mencoba mampir ke salah satu pusat perbelanjaan, dan ternyata sama saja. Nyenyat. Tidak banyak orang hilir-mudik melihat-lihat barang yang dipamerkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya sempat terheran-heran. Pemandangan ini jelas berbeda dengan mal-mal di Jakarta yang selalu penuh pengunjung.

Bila dibandingkan Jakarta, penduduk Auckland memang tidak ada apa-apanya. Populasi di Jakarta saat ini sudah lebih dari 10 juta. Sedang penduduk Auckland, hanya sepersepuluhnya saja. Satu juta orang.

Saya jadi maklum mengapa salah satu kota terbaik untuk ditinggali ini sepi. "Lah, wong yang tinggal sedikit banget," ujar rekan saya.

Meski sepi dan membosankan, kota terbesar di Selandia Baru ini sebenarnya menyimpan pesona luar biasa. Terutama bagi para wisatawan berkantong tebal.

Untuk membaca artikel lengkapnya, silakan klik Majalah Detik.

(fay/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads