Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Feb 2014 17:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Begini Cara Makan Balut, Embrio Bebek Khas Filipina

Afif Farhan
detikTravel
Inilah balut alias embrio bebek khas Filipina (Justin Calderon/CNN)
Inilah balut alias embrio bebek khas Filipina (Justin Calderon/CNN)
Manila - Wisata kuliner jadi agenda wajib traveler saat melancong ke suatu negara. Kalau di Filipina, ada Balut alias embrio bebek yang bisa disantap dan dianggap ekstrem oleh sebagian wisatawan. Begini cara memakannya...

Dari situs CNN Travel, Senin (10/2/2014) balut adalah makanan khas dan paling terkenal di Filipina. Cukup mudah menemukannya, ada banyak pedagang di pinggir jalan atau restoran-restoran yang menyajikan kuliner ini.

Bagi sebagian turis, mungkin balut disebut sebagai wisata kuliner ekstrem. Bagaimana tidak, balut adalah embrio bebek yang usianya sudah 16-21 hari atau idealnya 17 hari dan dimakan dengan cara direbus selama 20-30 menit. Bentuknya pun sudah tentu berbeda dari telur rebus yang biasa disantap!

Bagaimana cara memakan balut? Tenang saja, Anda tak akan memakannya secara mentah-mentah. Pertama, telur bebek akan direbus terlebih dulu. Semakin gelap warna cangkang telurnya, semakin dewasa embrio di dalamnya. Setelah itu, bagian atas cangkangnya akan dipecahkan untuk dimakan.

Saat dibuka itulah, Anda bisa melihat embrio bebek dengan jelas di dalam telurnya. Bentuk anak bebek sudah terlihat jelas, ada badan, paruh, cakar, hingga bulunya. Tenang dulu...

Biasanya, balut akan diberi tambahan garam serta campuran cabai, bawang putih, dan cuka ke dalamnya. Anda diharuskan menyeruput cairan di dalam telurnya terlebih dulu. Pembuluh darah dan bulu-bulu embrionya mungkin terlihat jelas saat Anda menyeruputnya. Setelah itu, Anda bisa mengunyah badannya yang terasa sedikit keras. Kadang, orang Filipina meminum bir sebagai pendamping balut ini.

Usut punya usut, balut sudah menjadi ikon kuliner nasional di Filipina. Buktinya, anak-anak sekolah di sana diwajibkan memakan balut saat berlangsung kelas sains. Meski, mereka sendiri ada beberapa yang takut untuk melahapnya.

Harga balut di Filipina kisaran 32 Peso atau sekitar Rp 8.600 per satuannya. Masyarakat Filipina percaya, balut mengandung protein yang sangat tinggi dan lebih baik dari telur ayam. Jadi, sudah siap makan balut saat traveling ke Filipina? Itu terserah Anda.




(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED