Kereta bernama asli Jinghu High-Speed Railway ini menghubungkan sejumlah kota besar di China. Salah satunya, dua kota utama Beijing-Shanghai.
Dua kota tersebut terpisah jarak sekitar 1.300 Km. Kereta super cepat mampu menempuh jarak tersebut dalam waktu 5,5 jam saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika berangkat, kereta secara cepat mencapai akselerasi laju ke kecepatan 270 Km/jam. Setelah beberapa lama, kecepatan bertambah menjadi 300 Km/jam-307 Km/jam, dan terus bertahan di rentang kecepatan tersebut.
Meski di kecepatan setinggi itu, penumpang di dalamnya merasa nyaman. Hanya ada goncangan-goncangan kecil.
Bahkan goncangannya lebih sedikit terasa jika dibandingkan dengan kereta eksekutif yang menghubungkan titik di Pulau Jawa. Di dalam kereta supercepat ini, para pramugari kereta pun berlalu lalang menawarkan makanan atau minuman.
Kereta super cepat Beijing-Shanghai ini mulai pertama kali digunakan pada 30 Juni 2011, menghubungkan 24 stasiun, di mana di setiap stasiunnya berhenti 1 sampai 2 menit. Tercatat, kereta ini mengangkut 52,6 juta orang per tahunnya.
Untuk diketahui, jalur super cepat Beijing-Shanghai merupakan jalur terpanjang yang dilalui kereta super cepat dalam satu jalur tunggal. Awalnya, ketika kereta ini dioperasikan, secara rutin kecepatannya digeber di angka maksimal yakni 380 Km/Jam. Dengan kecepatan ini, Beijing-Shanghai bisa ditempuh dalam waktu 3 jam dan 58 menit, membuatnya menjadi kereta api tercepat di dunia.
Namun kecepatan tinggi itu tenryata tidak sebanding dengan ongkos bahan bakar dan biaya operasional lain yang dikeluarkan. Akhirnya diputuskan, kecepatan dikurangi menjadi sekitar 300 Km/jam. Tapi tetap saja, terasa wusssh!
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas