Di ibukota Inggris, London, ada sebuah pusat keramaian bernama Covent Garden yang terletak sebelah timur Westminster sebelum Camden. Di area ini terdapat pusat perbelanjaan, aneka makanan dan hiburan, sampai para seniman jalanan atau bisa dibilang juga pengamen.
Uniknya, para pengamen di sini tidak hanya bermain musik, tapi juga akrobat, sulap, aksi lucu-lucuan, sampai bernyanyi opera di tangga pasar. Ketika detikTravel mengunjungi tempat ini masih pagi sehingga belum terlalu ramai.
Meski demikian, sudah ada beberapa seniman jalanan yang beraksi pagi hari itu. Salah satunya adalah dua pria yang berteriak-teriak memperkenalkan diri sebagai ahli akrobat paling hebat di Inggris.
Salah satu pria berambut hitam sempat bertanya sambil berteriak dari tengah jalan kepada detikTravel, ia bertanya dari mana saya berasal. Ketika dijawab kalau saya berasal dari Indonesia, dan saya balik bertanya apakah dia tahu di mana letak Indonesia di peta.
"Waduh sepertinya saya harus belajar geografi lagi," katanya sambil disambut tawa warga yang menonton di Covent Garden Piazza alias alun-alun itu.
Ia pun dengan aktif bertanya kepada seluruh penonton dari mana asal mereka semua. Sementara si pria satunya lagi sibuk membuka kopernya. Si pria berambut hitam yang tadi bertanya tiba-tiba tiduran di tengah jalan ketika ada sepeda yang hendak lewat.
"Ini aksi pertama kita hari ini. Sepeda ini akan mencoba melompati saya," teriaknya.
Sontak saja si pengendara sepeda bingung, dan dia pun hanya melewati si pria yang terlentang tadi sambil keheranan. "Tenang, dia baru pemanasan dan akan kembali lagi untuk mencoba melewati saya," kata si rambut hitam kepada penonton.
Namanya juga pengendara yang cuma lewat, si sepeda akhirnya berbelok di ujung jalan dan tidak kelihatan lagi batang hidungnya. "Baik kita batalkan saja aksi tadi dan lanjutkan ke aksi berikutnya," katanya.
Dua pria berjas ini hanyalah satu tim dari sekian banyak seniman jalanan di Covent Garden. Di dalam pasar, atau disebut Covent Garden Market, ada juga sepasang pria-wanita yang bernyanyi ala opera di tangga pasar.
Di bawah tangga, mereka membuka sebuah tas kecil untuk diisi recehan oleh pengunjung. Terpampang jelas sebuah kertas kecil di dekat tas itu yang bertuliskan, "Please pay me," atau "Tolong bayar saya."
Aneka toko terdapat di dalam pasar, mulai dari cafe, toko mainan, toko pakaian, sampai toko oleh-oleh khas london. Sudah sejak pagi para pedagangan menjajakan produknya di tempat ini.
Covent Garden juga merupakan pintu masuk menuju Royal Opera House. Selain itu ada juga London Transport Museum dan gereja St Paul's.
Pemberian nama Covent Garden dimulai pada abad ke-13 saat era pemerintahan King John. Area seluas 16 hektar itu awalnya kebun milik gereja St Peter di Westminster.
Kata 'covent' awalnya diambil dari istilah 'convent' yang artinya biara alias tempat suci. Sejak itulah area tersebut diberi nama Covent Garden atau kebun biara.
Covent Garden Piazza kemudian berfungsi sebagai pasar buah dan sayuran, yang saat itu menjadi pasar paling ramai di Inggris. Apalagi setelah kebakaran besar yang menghanguskan London tahun 1666. Kegiatan bisnis dan jual beli pun berpindah secara masif ke area ini.
Seiring perkembangan, akhirnya dibangun juga Theatre Royal Drury Lane tahun 1663 dan Royal Opera House tahun 1732. Dua gedung pertunjukan ini adalah yang tertua di kota London, dan menjadi tempat digelarnya berbagai pertunjukkan sampai sekarang.
Ada beberapa stasiun kereta bawah tanah alias London Underground terdekat, yaitu Covent Garden Station dan Leicester Square Station. Dari stasiun itu Anda tinggal berjalan kaki saja.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru