Beichuan terletak sekitar 143 Km sebelah utara Chengdu, ibukota Provinsi Sichuan di China. Pada 12 Mei 2008, kota ini luluh lantak karena gempa berkekuatan 7,9 skala Richter.
Sekitar 8.600 orang meninggal akibat gempa itu, hampir setengah populasi kota tersebut. Hampir seluruh kota mengalami kerusakan, banyak bangunan yang rata dengan tanah. Tantangan berikutnya bagi pemerintah setempat, tentu saja untuk memperbaharui seluruh kota.
Namun realisasinya tak segampang itu. Pembenahan kota terhalang longsor, sehingga banyak bangunan yang tertimbun. Hingga pada akhirnya, diputuskan bahwa Beichuan tidak akan dibangun kembali ataupun diperbaharui. Seluruh kota menjadi memorial terjadinya gempa besar pada 2008 lalu.
Mengutip China Highlights, Selasa (17/6/2014), kini Beichuan menjadi atraksi wisata. Traveler bisa melihat bangunan-bangunan yang runtuh akibat gempa, keretakan pada tanah, juga parahnya kerusakan yang terjadi akibat gempa 7,9 skala Richter.
Kota ini dibiarkan dan ditinggalkan dalam kondisi persis aslinya, saat rusak total karena gempa. Jangan kuatir, ada garis pembatas di sekeliling bangunan-bangunan agar traveler terhindar dari kemungkinan tertimpa reruntuhan.
Lalu bagaimana dengan penduduknya? Usai gempa, para penduduk Beichuan yang hidup dan bertahan pindah ke Kota Yongchang. Kota ini masih berada di Provinsi Sichuan, sekitar 19 Km dari Beichuan. Traveler juga bisa mengunjungi Yongchang untuk berbincang dengan para korban gempa yang bertahan hidup.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar