9 Destinasi Wisata Kelam Terkenal di Dunia (1)
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Wisata Kelam

9 Destinasi Wisata Kelam Terkenal di Dunia (1)

- detikTravel
Kamis, 21 Agu 2014 11:30 WIB
9 Destinasi Wisata Kelam Terkenal di Dunia (1)
Cape Town - Salah satu daya tarik suatu destinasi, adalah sejarah di tempat tersebut. 9 Objek wisata berikut ini, dianggap memiliki sejarah paling kelam dan duka mendalam. Kisah-kisah di sana bisa membuat Anda lebih menghargai hidup.

Disusun detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (21/8/2014) berikut 9 destinasi wisata kelam terkenal di dunia bagian 1:

1. Kigali Genocide Memorial Centre, Rwanda

(Reuters)
Kigali Genocide Memorial Centre di Rwanda, Afrika Tengah adalah bangunan yang menyimpan salah satu sejarah paling kelam di Afrika. Di sini jugalah tempat dikebumikan 250 ribu jenazah akibat perang saudara atau pembantaian etnis di Rwanda yang berlangsung saat April-Juli 1994.

Perang saudara itu melibatkan dua etnis, yakni Tutsi dan Hutu. Ketika itu, kolonial Belgia di Rwanda menganakemaskan orang-orang Tutsi dan memberikan kehidupan yang lebih baik. Sementara orang-orang Hutu yang mayoritas di sana, merasa tersingkirkan. Kemudian, pecahlah perang saudara antar dua etnis tersebut.

Etnis Hutu membabi buta menyerang etnis Tutsi, mereka menjarah dan membunuh semuanya baik pria, wanita dan anak-anak. Sebaliknya, etnis Tutsi juga melakukan perlawanan untuk membela diri. Tercatat, perang saudara selama 4 tahun ini menelan sekitar 1 juta korban jiwa!

Dari beberapa tempat peringatan perang saudara yang memilukan itu, Kigali Genocide Memorial Centre adalah salah satu yang terkenal dan paling sering dikunjungi turis. Di sini turis bisa melihat video dokumenter, foto-foto peperangan, arsip dokumen dan tengkorak serta tulang belulang korban yang meninggal.

2. Hiroshima Peace Memorial Park, Hiroshima

(Reuters)
Hiroshima adalah salah satu kota di Jepang yang punya sejarah kelam. Pada 6 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom atom ke Hiroshima yang jadi tanda berakhirnya Perang Dunia II. Aksi itu dikutuk oleh orang-orang sedunia, sebab 100 ribu orang tak berdosa meninggal dunia!

Hiroshima Peace Memorial Park adalah tempat dijatuhkannya bom atom tersebut. Di sana terdapat museum yang mana traveler bisa melihat nama-nama warga Jepang yang meninggal, foto-foto setelah pengeboman seperti mayat dimana-mana dan bangunan-bangunan hancur berkeping-keping, kisah-kisah korban yang selamat dari ledakan bom dan benda-benda peninggalan para korban yang meninggal dunia.

Ada A-Bomb Dome, bangunan yang masih berdiri walau terkena bom dan banyak temboknya yang roboh. Di sana juga ada monumen yang menggambarkan seorang anak bernama Sasaki Sadako. Dia terlihat membopong origami, lipatan kertas berbentuk burung bangau.

Sasaki terkena penyakit leukimia pada umur dua tahun akibat radiasi bom atom. Dia lalu meninggal dunia saat berusia 12 tahun, yang mana selama hidupnya dia habiskan dengan membuat origami. Sebelum meninggal, dia bermimpi untuk membuat 1.000 origami. Tapi sayang, itu tidak terwujud.

Masih banyak kisah-kisah para korban bom atom yang menyayat hati. Para turis dan masyarakat Jepang yang datang ke sana, selalu meluangkan waktu untuk mendoakan para korban dan juga berdoa agar peristiwa seperti Hiroshima tidak terjadi lagi di Bumi.

3. Auschwitz, Polandia

(Florence Tuhumury/d'Traveler)
Auschwitz adalah komplek kamp Nazi di dekat Kota Krakow, Polandia. Kamp ini jadi saksi bisu salah satu pembantaian terbesar dalam sejarah manusia yang dilakukan Nazi dari tahun 1940-1945. Di sinilah tentara Nazi dengan biadab menyiksa tahanan perang, tahanan politik dan melakukan pembantaian etnis Yahudi.

Barak-barak para tahanan masih terjaga keasliannya. Barak 10 dan 11 adalah barak yang paling mengerikan dan tak dibuka untuk umum. Di sinilah para tentara Nazi melakukan percobaan 'gila', seperti menyatukan anak kembar menjadi kembar siam dan tawanan wanita diperkosa membabi buta oleh para tentara Nazi.

Di ruang bawah tanah, ada kamar gas sebagai tempat melenyapkan nyawa para tahanan. Mereka digunduli dan ditelanjangi terlebih dulu sebelum masuk ke sana, lalu gas beracun akan dialirkan dan maut pun menjemput mereka. Traveler bisa masuk ke dalam kamar gasnya dan membayangkan betapa biadabnya tentara Nazi.

Beberapa kisah lainnya di Auschwitz yakni, para tahanan diperlakukan kerja paksa sebagai buruh. Menolak kerja atau sakit-sakitan artinya sama saja dengan mati. Hal itu tergambar dari slogan di pintu masuk kampnya, "Arbeit macht frei" yang artinya "Kerja (akan) membuat (engkau) merdeka". Sungguh kejam!

Tercatat, sekitar 1 juta lebih tahanan meninggal di Auschwitz. Tempat ini bagaikan neraka yang dibuat oleh setan, tempat manusia tak bersalah dibunuh, dilecehkan dan diperlakukan dengan tidak manusiawi.

4. Dachau Concentration Camp Memorial, Jerman

(Reuters)
Kalau Auschwitz adalah kamp Nazi di Polandia, maka Dachau Concentration Camp Memorial adalah kamp Nazi yang pertama yang dibangun di Dachau, Jerman. Lokasinya sekitar 16 km dari Kota Munich. Kamp ini didirikan oleh Adolf Hitler setelah dia menjadi kanselir Jerman di tahun 1933 sebagai tempat tahanan politik dan tempat pelatihan Schutzstaffel (SS), pasukan elit Nazi.

Kamp Dachau pun digambarkan sebagai neraka. Selama 12 tahun berdiri, Kamp Dachau sudah memenjarakan 200.000 orang baik tahanan politik atau ras Yahudi dan 40 ribu lebih tahanan tewas di sana.

Berbagai siksaan keji harus dirasakan para tahanan, dari dibiarkan mati kelaparan sampai tewas di dalam kamar gas beracun. Di sana jugalah para tahanan harus bekerja paksa demi kepentingan Nazi.

5. Cambodia Landmine Museum, Kamboja

(Youtube)
Di Siam Reap ada Cambodia Landmine Museum yang jadi saksi bisu sejarah kelam bangsa Kamboja. Museum yang juga dikenal sebagai museum ranjau darat ini menyimpan ratusan ranjau darat, bom hingga rudal dari sisa-sisa peperangan pemerintahan Kamboja melawan Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot, pada tahun 1970-an.

Khamer Merah saat itu menguasai Kamboja dan membunuh semua orang yang punya pandangan politik berbeda. Termasuk mereka dari kalangan intelektual seperti dokter sampai pengacara, sampai-sampai orang-orang yang mendukung AS. Ratusan ribu nyawa melayang kala itu.

Di museum ranjau darat inilah, traveler bisa mnelihat sisa-sisa perang yang digunakan pada masa itu. Pendirinya adalah Aki Ra, mantan prajurit Khmer Merah yang membelot pemerintah Kamboja dan berujung memerangi Khmer Merah. Dia membersihkan ranjau darat, bom dan rudal lalu dikumpulkan di rumahnya dan dijadikan museum pada tahun 2007.

Di salah satu sudut rumahnya terdapat satu ruangan kaca besar yang berisikan penuh ranjau darat yang menumpuk. Di sana juga ada pemandu dan dokumenter kisah yang menggambarkan kekejaman Khmer Merah. Anda mungkin hanya bisa geleng-geleng kepala dan sulit membayangkan betapa kelamnya sejarah dari Kamboja ini.
Halaman 2 dari 6
Kigali Genocide Memorial Centre di Rwanda, Afrika Tengah adalah bangunan yang menyimpan salah satu sejarah paling kelam di Afrika. Di sini jugalah tempat dikebumikan 250 ribu jenazah akibat perang saudara atau pembantaian etnis di Rwanda yang berlangsung saat April-Juli 1994.

Perang saudara itu melibatkan dua etnis, yakni Tutsi dan Hutu. Ketika itu, kolonial Belgia di Rwanda menganakemaskan orang-orang Tutsi dan memberikan kehidupan yang lebih baik. Sementara orang-orang Hutu yang mayoritas di sana, merasa tersingkirkan. Kemudian, pecahlah perang saudara antar dua etnis tersebut.

Etnis Hutu membabi buta menyerang etnis Tutsi, mereka menjarah dan membunuh semuanya baik pria, wanita dan anak-anak. Sebaliknya, etnis Tutsi juga melakukan perlawanan untuk membela diri. Tercatat, perang saudara selama 4 tahun ini menelan sekitar 1 juta korban jiwa!

Dari beberapa tempat peringatan perang saudara yang memilukan itu, Kigali Genocide Memorial Centre adalah salah satu yang terkenal dan paling sering dikunjungi turis. Di sini turis bisa melihat video dokumenter, foto-foto peperangan, arsip dokumen dan tengkorak serta tulang belulang korban yang meninggal.

Hiroshima adalah salah satu kota di Jepang yang punya sejarah kelam. Pada 6 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom atom ke Hiroshima yang jadi tanda berakhirnya Perang Dunia II. Aksi itu dikutuk oleh orang-orang sedunia, sebab 100 ribu orang tak berdosa meninggal dunia!

Hiroshima Peace Memorial Park adalah tempat dijatuhkannya bom atom tersebut. Di sana terdapat museum yang mana traveler bisa melihat nama-nama warga Jepang yang meninggal, foto-foto setelah pengeboman seperti mayat dimana-mana dan bangunan-bangunan hancur berkeping-keping, kisah-kisah korban yang selamat dari ledakan bom dan benda-benda peninggalan para korban yang meninggal dunia.

Ada A-Bomb Dome, bangunan yang masih berdiri walau terkena bom dan banyak temboknya yang roboh. Di sana juga ada monumen yang menggambarkan seorang anak bernama Sasaki Sadako. Dia terlihat membopong origami, lipatan kertas berbentuk burung bangau.

Sasaki terkena penyakit leukimia pada umur dua tahun akibat radiasi bom atom. Dia lalu meninggal dunia saat berusia 12 tahun, yang mana selama hidupnya dia habiskan dengan membuat origami. Sebelum meninggal, dia bermimpi untuk membuat 1.000 origami. Tapi sayang, itu tidak terwujud.

Masih banyak kisah-kisah para korban bom atom yang menyayat hati. Para turis dan masyarakat Jepang yang datang ke sana, selalu meluangkan waktu untuk mendoakan para korban dan juga berdoa agar peristiwa seperti Hiroshima tidak terjadi lagi di Bumi.

Auschwitz adalah komplek kamp Nazi di dekat Kota Krakow, Polandia. Kamp ini jadi saksi bisu salah satu pembantaian terbesar dalam sejarah manusia yang dilakukan Nazi dari tahun 1940-1945. Di sinilah tentara Nazi dengan biadab menyiksa tahanan perang, tahanan politik dan melakukan pembantaian etnis Yahudi.

Barak-barak para tahanan masih terjaga keasliannya. Barak 10 dan 11 adalah barak yang paling mengerikan dan tak dibuka untuk umum. Di sinilah para tentara Nazi melakukan percobaan 'gila', seperti menyatukan anak kembar menjadi kembar siam dan tawanan wanita diperkosa membabi buta oleh para tentara Nazi.

Di ruang bawah tanah, ada kamar gas sebagai tempat melenyapkan nyawa para tahanan. Mereka digunduli dan ditelanjangi terlebih dulu sebelum masuk ke sana, lalu gas beracun akan dialirkan dan maut pun menjemput mereka. Traveler bisa masuk ke dalam kamar gasnya dan membayangkan betapa biadabnya tentara Nazi.

Beberapa kisah lainnya di Auschwitz yakni, para tahanan diperlakukan kerja paksa sebagai buruh. Menolak kerja atau sakit-sakitan artinya sama saja dengan mati. Hal itu tergambar dari slogan di pintu masuk kampnya, "Arbeit macht frei" yang artinya "Kerja (akan) membuat (engkau) merdeka". Sungguh kejam!

Tercatat, sekitar 1 juta lebih tahanan meninggal di Auschwitz. Tempat ini bagaikan neraka yang dibuat oleh setan, tempat manusia tak bersalah dibunuh, dilecehkan dan diperlakukan dengan tidak manusiawi.

Kalau Auschwitz adalah kamp Nazi di Polandia, maka Dachau Concentration Camp Memorial adalah kamp Nazi yang pertama yang dibangun di Dachau, Jerman. Lokasinya sekitar 16 km dari Kota Munich. Kamp ini didirikan oleh Adolf Hitler setelah dia menjadi kanselir Jerman di tahun 1933 sebagai tempat tahanan politik dan tempat pelatihan Schutzstaffel (SS), pasukan elit Nazi.

Kamp Dachau pun digambarkan sebagai neraka. Selama 12 tahun berdiri, Kamp Dachau sudah memenjarakan 200.000 orang baik tahanan politik atau ras Yahudi dan 40 ribu lebih tahanan tewas di sana.

Berbagai siksaan keji harus dirasakan para tahanan, dari dibiarkan mati kelaparan sampai tewas di dalam kamar gas beracun. Di sana jugalah para tahanan harus bekerja paksa demi kepentingan Nazi.

Di Siam Reap ada Cambodia Landmine Museum yang jadi saksi bisu sejarah kelam bangsa Kamboja. Museum yang juga dikenal sebagai museum ranjau darat ini menyimpan ratusan ranjau darat, bom hingga rudal dari sisa-sisa peperangan pemerintahan Kamboja melawan Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot, pada tahun 1970-an.

Khamer Merah saat itu menguasai Kamboja dan membunuh semua orang yang punya pandangan politik berbeda. Termasuk mereka dari kalangan intelektual seperti dokter sampai pengacara, sampai-sampai orang-orang yang mendukung AS. Ratusan ribu nyawa melayang kala itu.

Di museum ranjau darat inilah, traveler bisa mnelihat sisa-sisa perang yang digunakan pada masa itu. Pendirinya adalah Aki Ra, mantan prajurit Khmer Merah yang membelot pemerintah Kamboja dan berujung memerangi Khmer Merah. Dia membersihkan ranjau darat, bom dan rudal lalu dikumpulkan di rumahnya dan dijadikan museum pada tahun 2007.

Di salah satu sudut rumahnya terdapat satu ruangan kaca besar yang berisikan penuh ranjau darat yang menumpuk. Di sana juga ada pemandu dan dokumenter kisah yang menggambarkan kekejaman Khmer Merah. Anda mungkin hanya bisa geleng-geleng kepala dan sulit membayangkan betapa kelamnya sejarah dari Kamboja ini.

(ptr/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads