Cara Berkenalan Suku Maori di Selandia Baru: Gosok Hidung

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Suku Unik

Cara Berkenalan Suku Maori di Selandia Baru: Gosok Hidung

- detikTravel
Kamis, 04 Sep 2014 13:10 WIB
Cara Berkenalan Suku Maori di Selandia Baru: Gosok Hidung
Tradisi hongi (Reuters)
Jakarta - Tiap suku punya tradisi uniknya masing-masing, seperti yang ada pada Suku Maori di Selandia Baru. Suku ini punya kebiasaan menggosok hidung saat bertemu dengan orang sebagai cara berkenalan. Unik!

Dari situs Suku Maori, Kamis (4/9/2014), tradisi menggosok hidung di suku ini disebut hongi. Hongi bisa dibilang merupakan cara Suku Maori dalam menyapa orang yang baru bertemu.

Pertama-pertama, orang Suku Maori akan mengajak Anda berjabat tangan. Setelah itu, mereka akan mengajak Anda mendekatkan hidung. Di sinilah saatnya menggosokkan hidung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi hongi dilakukan Suku Maori kepada siapa saja yang ditemui, termasuk Pangeran William dan Kate Middleton. Saat berkunjung ke Selandia Baru, keduanya disambut oleh Suku Maori. Sontak pasangan ini diajak melakukan hongi.

Selain hongi, masih ada lagi tradisi unik lain yang bisa wisatawan pelajari dari Suku Maori. Suku ini memiliki tradisi menari untuk menyambut tamu yang disebut haka.

Haka menceritakan tentang semangat Suku Maori dalam peperangan. Karena itulah, tarian ini juga biasa disebut sebagai tari perang.

Biasanya, saat haka dipertunjukkan, hampir seluruh orang Suku Maori akan ikut menari bersama. Seolah berpesta dan memiliki semangat yang sangat membara, semuanya berputar dan menari beramai-ramai.

Ada lagi yang khas dari Suku Maori, yakni tato. Dalam kepercayaan Suku Maori, laki-laki bebas melakukan apapun dengan tubuhnya, termasuk mentato anggota tubuh.

Biasanya, mereka akan mentato bagian pipi, dagu, hidung, dan dahi. Bukan cuma itu, bagian bokong dan paha juga ikut ditato.

Usut boleh usut, tato ternyata dijadikan sebagai penanda status, bukan sekadar penghias. Tato yang ada di tubuh dijadikan sebagai status sosial dalam lingkungan.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads