Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 04 Sep 2014 16:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Suku di Kenya yang Punya Pelari Tercepat di Dunia

Faela Shafa
detikTravel
Para pelari dari Suku Kalenjin (Getty Images)
Jakarta - Sering terdengar pelari Kenya menjadi juara di Olimpiade bidang lari. Ternyata, mereka berasal dari satu suku yang sama. Inilah Suku Kalenjin yang kecepatan larinya selalu di atas rata-rata manusia normal.

Di Provinsi Lembah Rift, Kenya, hiduplah sebuah suku yang bernama Kalenjin. Dengan penduduk sebanyak sekitar 5 juta orang, Kalenjin termasuk dalam kategori suku yang besar.

Suku ini memiliki sifat semi nomaden dan percaya dengan arwah leluhur. Satu hal yang menarik perhatian dunia yaitu kemampuan mereka berlari dengan sangat cepat.

Menurut data dari jaringan radio internasional NPR, ada 17 orang Amerika yang bisa berlari di bawah 2 menit 10 detik. Namun, ada 32 orang Kalenjin yang bisa lebih cepat dari itu. Bayangkan!

Dalam banyak kejuaraan lari tingkat dunia, orang Kenya, terutama suku Kalenjin memenangkan lomba. Pemenang pertama sampai keempat kebanyakan berasal dari suku tersebut.

Lalu, kira-kira apa yang membuat suku ini bisa berlari lebih cepat? Selain karena bentuk kakinya yang ramping dan tinggi, ada juga pengaruh dari faktor tradisi. Suku ini juga memiliki tradisi sunat. Bedanya, sunat di sana sangat menyakitkan.

Bagi anak laki-laki, proses sunat biasanya berlangsung saat mereka berumur belasan tahun. Mereka harus telanjang, jalan merangkak dan kelaminnya dibungkus oleh daun beracun. Itu baru pemanasan saja.

Setelah itu, kelamin anak laki-laki ini pun disunat, dengan menggunakan kayu atau bambu tajam. Nah, selama prosesi yang super panjang dan menyakitkan ini, mereka tidak diperbolehkan bersuara.

Dari sumber lain menyebutkan, anak yang disunat, wajahnya akan dilumuri lumpur sampai kering. Jika sampai terlihat ada retakan di wajahnya, akibat rasa sakit, ia pun akan mendapat julukan pengecut selama seumur hidupnya.

Setelah disunat, para anak laki-laki ini tidak boleh lagi tinggal di rumah. Mereka tinggal di pondokan. Nah, setiap keluar dari pondokan, mereka tidak boleh jalan. Apa saja, asal jangan berjalan. Pilihan yang paling masuk akal adalah lari.

Dari sanalah hadir bibit-bibit pelari tangguh di dunia, yang punya kemampuan lari secepat angin. Tradisi ini juga berlaku untuk para wanita. Karena mereka juga ada tradisi disunat. Wah!

(shf/shf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA