Kecil kemungkinan turis akan tersesat saat berada di Siem Reap, Kamboja. Kota mungil ini terbagi menjadi blok-blok, keramaian pun terpusat di tengah kota.
Siem Reap menjadi perhentian turis yang ingin menyambangi Angkor Wat, salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO yang paling terkenal. Tentu saja, Angkor Wat adalah komplek candi terbesar di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pub Street terletak di tengah kota, turis bisa mengaksesnya dari Sivatha Street yang penuh hostel murah. Pub Street tak hanya terdiri dari 1 jalan, melainkan sebuah kawasan yang sangat ramai saat malam.
Di dalamnya ada Night Market yang buka tiap malam. Menyusuri jalan-jalan di Pub Street, traveler bisa melihat toko-toko yang menjual kerajinan dan suvenir. Restoran dan pub tersebar di banyak tempat. Ada restoran yang menjual masakan western, banyak pula yang menyajikan kuliner ala Khmer.
Asyiknya, Pub Street selalu ramai meski bukan pada musim liburan. Saat detikTravel menyambanginya beberapa waktu lalu, mayoritas turis yang 'berkeliaran' di Pub Street berasal dari Eropa. Banyak dari mereka yang berbahasa Jerman, Prancis, dan Rusia.
Di Pub Street pula, turis bisa menjajal camilan khas nan ekstrem yakni tarantula goreng. Ya, ini adalah camilan sehari-hari warga Kamboja termasuk Siem Reap. Konon rasanya gurih, namun agak pahit!
Belum sah mengunjungi Siem Reap tanpa berkunjung ke Pub Street. Jangan lupa cicipi Amok, masakan khas Khmer yang berbahan dasar ikan.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru