Ini Dia 10 Museum Terbaik se-Asia (1)
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Dia 10 Museum Terbaik se-Asia (1)

- detikTravel
Rabu, 17 Sep 2014 12:10 WIB
Ini Dia 10 Museum Terbaik se-Asia (1)
(xian-tourism.com)
Phnom Penh - Tak perlu jauh-jauh ke Eropa, bahkan AS untuk melihat museum-museum dengan koleksi keren. Setidaknya ada 10 museum paling keren di Asia berdasarkan Travellers' Choice dari TripAdvisor. Apa saja?

TripAdvisor kembali mengumumkan penghargaan Travellers' Choice, kali ini seputar museum-museum keren di dunia. Penghargaan ini berdasarkan jutaan review dari pengguna TripAdvisor dalam jangka waktu 12 bulan.

Dari rilis TripAdvisor, Rabu (17/9/2014), berikut 10 museum terbaik se-Asia (bagian pertama):

1. The Museum of Qin Terra-cotta Warriors and Horses (China)

(xian-tourism.com)
Museum ini terletak di Xi'an, bekas ibukota Tiongkok. Letaknya sekitar 2 Km dari Tomb of Qin Shihuang alias The First Emperor, yang menyatukan Tiongkok sekitar 2.200 tahun lalu.

Museum ini punya salah satu harta karun paling menakjubkan di dunia. Betapa tidak, di lahan seluas 16 Km2 tersebar lebih dari 7.000 patung tentara Tionghoa yang terbuat dari tanah liat. Patung-patung tersebut seukuran manusia!

Ada pula ratusan patung kuda, juga terbuat dari tanah liat, yang membentuk formasi perang.

2. Tuol Sleng Genocide Museum (Kamboja)

(unesco.org)
Berlokasi di Phnom Penh, Kamboja, Tuol Sleng Genocide Museum adalah saksi kejamnya rezim Khmer. Sejak tahun 1975, Khmer menjadikannya sebagai Security Prison 21 (S-21). Selama 4 tahun beroperasi hingga 1979, hampir 20.000 orang dipenjara dan disiksa di sini.

Mereka adalah pekerja pemerintahan, dokter, guru, mahasiswa, buruh pabrik, akademisi, politisi, insinyur, sampai biksu. Kini, Tuol Sleng Museum menjadi salah satu tempat turis melihat bukti kejamnya rezim Khmer.

Museum tersebut terdiri dari 4 bagian. Gedung A berisi sel-sel tempat para tahanan dipenjara. Gedung B berisi galeri foto yang memperlihatkan kekejaman Khmer. Gedung C berisi sel-sel kecil, sementara Gedung D berisi barang-barang untuk penyiksaan.

3. Hiroshima Peace Memorial Museum (Jepang)

(Dadan/detikTravel)
Selain Nagasaki, Hiroshima menjadi kota yang pernah luluh lantak karena bom nuklir pada Perang Dunia II tahun 1945. Kini, informasi seputar sejarah dan sisa bom nuklir tersebut ada di Hiroshima Peace Memorial Museum.

Museum yang berlokasi di tengah Kota Hiroshima, Jepang ini terbagi menjadi 2 area. The East Wing punya koleksi gambar dan sejarah tentang Kota Hiroshima sebelum terkena bom. Sementara The West Wing punya aneka bukti kerusakan yang terjadi pada kota tersebut, termasuk penyakit yang sempat merajalela pada masyarakatnya waktu itu.

4. Vietnam Museum of Ethnology (Vietnam)

(vietnamtourism.com)
Berlokasi di Kota Hanoi, Vietnam Museum of Ethnology menyimpan segala informasi tentang keberagaman etnis di Vietnam. Sampai saat ini, total ada 54 etnis berbeda yang tersebar di seluruh penjuru Vietnam.

Tak main-main, museum ini punya puluhan ribu koleksi tak ternilai. Ada 15.000 artefak, 42.000 foto, 237 rekaman audio, 373 rekaman video, serta ribuan koleksi lainnya terkait pembagian etnis di Vietnam.

5. Hellfire Pass Museum (Thailand)

(hellfire-pass.commemoration.gov.au)
Pada Perang Dunia II, ribuan warga dan tahanan dipaksa untuk bekerja dan membuat rel kereta api yang menghubungkan Thailand dan Burma. Bukti dan sisa-sisa kekejaman tersebut ada di Hellfire Pass Museum, yang terletak di Kanchanaburi.

Aneka informasi dan koleksi di museum ini mejelaskan kenapa dan bagaimana rel kereta itu dibuat. Serta penggambaran kondisi kerasnya kerja paksa waktu itu, yang mayoritas dilakukan oleh tahanan asal Australia.
Halaman 2 dari 6
Museum ini terletak di Xi'an, bekas ibukota Tiongkok. Letaknya sekitar 2 Km dari Tomb of Qin Shihuang alias The First Emperor, yang menyatukan Tiongkok sekitar 2.200 tahun lalu.

Museum ini punya salah satu harta karun paling menakjubkan di dunia. Betapa tidak, di lahan seluas 16 Km2 tersebar lebih dari 7.000 patung tentara Tionghoa yang terbuat dari tanah liat. Patung-patung tersebut seukuran manusia!

Ada pula ratusan patung kuda, juga terbuat dari tanah liat, yang membentuk formasi perang.

Berlokasi di Phnom Penh, Kamboja, Tuol Sleng Genocide Museum adalah saksi kejamnya rezim Khmer. Sejak tahun 1975, Khmer menjadikannya sebagai Security Prison 21 (S-21). Selama 4 tahun beroperasi hingga 1979, hampir 20.000 orang dipenjara dan disiksa di sini.

Mereka adalah pekerja pemerintahan, dokter, guru, mahasiswa, buruh pabrik, akademisi, politisi, insinyur, sampai biksu. Kini, Tuol Sleng Museum menjadi salah satu tempat turis melihat bukti kejamnya rezim Khmer.

Museum tersebut terdiri dari 4 bagian. Gedung A berisi sel-sel tempat para tahanan dipenjara. Gedung B berisi galeri foto yang memperlihatkan kekejaman Khmer. Gedung C berisi sel-sel kecil, sementara Gedung D berisi barang-barang untuk penyiksaan.

Selain Nagasaki, Hiroshima menjadi kota yang pernah luluh lantak karena bom nuklir pada Perang Dunia II tahun 1945. Kini, informasi seputar sejarah dan sisa bom nuklir tersebut ada di Hiroshima Peace Memorial Museum.

Museum yang berlokasi di tengah Kota Hiroshima, Jepang ini terbagi menjadi 2 area. The East Wing punya koleksi gambar dan sejarah tentang Kota Hiroshima sebelum terkena bom. Sementara The West Wing punya aneka bukti kerusakan yang terjadi pada kota tersebut, termasuk penyakit yang sempat merajalela pada masyarakatnya waktu itu.

Berlokasi di Kota Hanoi, Vietnam Museum of Ethnology menyimpan segala informasi tentang keberagaman etnis di Vietnam. Sampai saat ini, total ada 54 etnis berbeda yang tersebar di seluruh penjuru Vietnam.

Tak main-main, museum ini punya puluhan ribu koleksi tak ternilai. Ada 15.000 artefak, 42.000 foto, 237 rekaman audio, 373 rekaman video, serta ribuan koleksi lainnya terkait pembagian etnis di Vietnam.

Pada Perang Dunia II, ribuan warga dan tahanan dipaksa untuk bekerja dan membuat rel kereta api yang menghubungkan Thailand dan Burma. Bukti dan sisa-sisa kekejaman tersebut ada di Hellfire Pass Museum, yang terletak di Kanchanaburi.

Aneka informasi dan koleksi di museum ini mejelaskan kenapa dan bagaimana rel kereta itu dibuat. Serta penggambaran kondisi kerasnya kerja paksa waktu itu, yang mayoritas dilakukan oleh tahanan asal Australia.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads