Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Sep 2014 13:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Gereja di Milan Ini Menyimpan Lukisan 'The Last Supper'

detikTravel
Gereja Santa Maria Delle Grazie di Milan, Italia (Hany/detikTravel)
Gereja Santa Maria Delle Grazie di Milan, Italia (Hany/detikTravel)
Milan -

Gereja Santa Maria Delle Grazie di Milan, Italia adalah gereja tua. Di gereja inilah karya Leonardo Da Vinci yang terkenal, 'The Last Supper' disimpan. Berbeda dengan lukisan 'Monalisa' yang berukuran kecil, 'The Last Supper' ini berukuran sangat besar!

Bagaimana tidak besar, Da Vinci melukiskannya pada salah satu dinding gereja alias mural, tepatnya di ruang makan para biarawan. Ukuran dari mural 'The Last Supper' di dinding gereja adalah 460 cm x 880 cm atau 4,6 m x 8,8 meter.

Dalam keterangan yang dipasang di pigura kaca di dalam gereja, awalnya gereja Katolik Roma ini dibangun sejak tahun 1462, awalnya untuk mausoleum (makam) The Duke of Milan, Ludovico Il Moro dan keluarganya. Arsitek yang ditunjuk untuk membangunnya ada 2 yakni Guiniforte Solari yang membangun antara 1466-1482. Arsitek kedua adalah Donato Bramante yang mendesain bagian kubah dengan arsitektur Renaissance.

Leonardo Da Vinci, Masih menurut papan keterangan di dalam gereja ini, tiba di Milan tahun 1482. Saat itu Da Vinci memiliki profesi sebagai arsitek, insinyur, pematung hingga desainer interior dan panggung. Da Vinci kemudian diminta sendiri oleh Duke of Milan untuk melukis 'The Last Supper' di salah satu dinding ruangan makan yang besar.

Da Vinci akhirnya melukis mural 'The Last Supper' itu tahun 1494-1498 di dinding ruang makan bagian utara. Sedangkan di seberangnya, dinding selatan ada lukisan 'Crucifixion' yang menggambarkan penyaliban Yesus, dari tangan pelukis dari Lombardi Italia, Giovanni Donato da Montorfano yang dilukis tahun 1495.

Saat detikcom berkesempatan ke gereja ini atas undangan Pertamina dalam program 'Pertamax and Fastron Go To Europe' pada Jumat (5/9/2014) lalu. Sayang, rombongan hanya berfoto, tidak bisa masuk ke dalam gereja untuk bisa melihat lukisan legendaris itu.

"Gereja ini masih berfungsi sebagai biara, tempat tinggal para pendeta dan biarawati, sehingga tidak sering dibuka untuk umum. Lukisan 'The Last Supper' berada di ruang makannya. Sangat besar sekali ukurannya," tutur pemandu tur rombongan, Awen Lee.

Gereja ini sempat jadi korban pada Perang Dunia II, terkena jatuhan bom yang dijatuhkan Inggris dan AS tahun 1943. Ruang makan tempat lukisan Da Vinci hancur, namun dinding yang terdapat mural 'The Last Supper' selamat. Gereja ini masuk dalam UNESCO World Heritage Sites sejak tahun 1980 kategori budaya karena arsitektur karya Bramante dan lukisan Da Vinci.

Novelis Dan Brown pun menuliskan novel yang meledak 'Da Vinci Code' tahun 2003 lalu yang terinspirasi dari lukisan fenomenal dalam gereja ini.

(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA