Dilansir dari CNN Travel, Rabu (8/10/2014) Superkilen memanjang sekitar 750 meter dengan luas 30 ribu meter persegi. Diresmikan pada Juni 2012 silam, turis yang datang ke taman ini serasa berada di negeri dongeng.
Bukan tanpa sebab, jalanan Superkilen memiliki aneka warna. Ada pedestarian dan trek sepeda yang permukaan tanahnya dicat merah, sedangkan di bagian berbeda memiliki warna belang hitam dan putih. Kalau dilihat dari ketinggian, pemandangan Superkilen amat mencolok dan berbeda dengan perumahan dan gedung-gedung di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan Superkilen, kami menemukan cara untuk menyatukan segala perbedaan dalam satu tempat," kata Nanna Gyldholm Moller dari perwakilan BIG (Bjarke Ingels Group) yang membangun Superkilen bersama komunitas seni Superflex dan perusahaan Jerman, Topotek1.
Asal tahu saja, tiap benda dari berbagai negara di Supekilen merupakan benda asli asal negaranya. Bahkan, ada suatu taman yang berukuran mini yangmana tanahnya diambil dari Palestina.
Superkilen kini jadi daya tarik wisata yang baru di Denmark. Lokasinya yang berada di Distrik Norrebro, cukup mudah ditempuh dari Copenhagen yang merupakan ibukota negara tersebut.
Turis yang datang ke Superkilen bisa bersantai di bangku-bangku taman, bermain Muay Thai, hingga bermain basket yang lapangannya merupakan duplikat dari lapagan basket di Mogadishu, Somalia. Apalagi, masuk ke taman ini gratis!
Inikah taman kota paling unik di Eropa?
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun