Alhamdulillah, Makanan Halal Gampang Dicari di New York
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari AS

Alhamdulillah, Makanan Halal Gampang Dicari di New York

- detikTravel
Jumat, 10 Okt 2014 08:54 WIB
Alhamdulillah, Makanan Halal Gampang Dicari di New York
Satu porsi makanan Turki yang halal (Ari Saputra/detikTravel)
New York - Kota besar menawarkan tempat wisata kuliner yang beragam untuk wisatawan. Semakin kota itu multikultural, semakin besar kemungkinannya mendapatkan makanan halal untuk wisatawan Muslim. New York City di AS adalah buktinya.

Pada praktiknya, kuliner halal begitu mudah ditemukan di New York City, seperti saat detikTravel berada di sana Kamis (9/10/2014). Banyak penjual makanan dengan menu utama ala Turki seperti kebab dan nasi kebuli.

Mereka berdagang dengan gerobak PKL dan menyebar hingga tempat-tempat pariwisata prestisius di New York seperti di kawasan Times Square Garden dan 5th Avenue. Bahkan, di Wall Street mereka mudah ditemui di seberang Bursa Efek New York tak jauh dari lokasi pembuatan film Wolf of Wall Street tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Please choose. Halal," kata seorang pedagang berwajah Turki.

Ya, memang kebanyakan yang berjualan adalah orang orang Turki. Mereka mendominasi hampir semua gerobak dorong Falael, makanan Turki tersebut. Tulisan Halal Food terlihat mencolok dengan beberapa tambahan lain dalam huruf Arab 'gundul'.

Mengenai menu, tidak begitu banyak berbeda dengan makanan Turki pada umumnya. Didominasi kebab, olahan daging domba atau lembu dan yang sangat menyenangkan adalah porsi nasi kuning yang banyak. Sangat tepat untuk perut Indonesia yang biasa dengan nasi.

Citarasa masakan pun tidak jauh berbeda dengan makanan Turki yang lain. Saya ingat waktu makan ala Turki di Amsterdam, rasanya mirip-mirip. Hanya saja, di New York bumbu rempah-rempahnya tidak selengkap di Amsterdam. Tidak ada rasa cengkeh, kismis dan wewangian kulit kayu manis.

Saya memilih lamb rice. Yakni irisan daging domba dengan nasi kuning dan selada. Chilli sauce-nya bakal saya ingat sampai kapanpun, begitu pedas sehingga saya ogah memesan hot sauce pada pilihan berikutnya di hari berbeda. Saya juga sempat memesan chiken rice untuk sarapan. Semuanya sangat cocok dengan lidah dan perut Indonesia. Oh iya, jangan lupa meminta sendok karena standar mereka hanya memberi garpu plastik saja pada tiap pemesanan.

Soal harga, dimulai USD 7/menu belum termasuk minum. Lumayan murah untuk ukuran New York. Ditambah minuman bersoda yang rata-rata USD 3/botol, maka makan 3 kali sehari di New York menyisihkan budget USD 30/hari (Rp 365 ribu).

Mahal? Relatif. Saya cuma bisa bilang ke teman saya satu perjalanan, selamat datang di New York!

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads