Myanmar memang terkenal sebagai penghasil batu mulia. Dua daerah yang menghasilkan giok itu wilayah Kachin dan Mogok.
Untuk melihat langsung kualitas batu perhiasan dari yang nomor satu hingga yang paling rendah, ada Gems Museum. Museum ini bertempat di Jalan Yaza Thingaha, Nay Pyi Taw. detikTravel menyambangi museum ini, Selasa (14/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suguhan batu giok raksasa, seberat 150 kilogram, ada di sana. Selain itu, bongkahan batu safir yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia juga ada di barang donasi yang menjadi koleksi museum di sana.
Emas, permata, ruby, batu kristal, bermacam-macam ukiran batu, ada di sana. Bahkan batu stupa dan juga perhiasan berbagai bentuk juga ada dalam museum itu.
Tapi larangan untuk mengambil foto dan merekam gambar dengan menjadi aturan yang ketat di sana, membuat detikTravel tak bisa mengabadikan koleksi museum. Bahkan saat masuk ke dalam, tas dan kamera SLR, harus dititipkan ke loker.
Sungguh sayang sekali. detikTravel mencoba menanyakan harga sebuah perhiasan liontin ruby dan nilai dari seluruh koleksi perhiasan di semua etalase dalam museum itu.
"Harganya sekitar 30-40 juta rupiah, tapi untuk nilai nominal seluruh museum, harganya priceless," jelas pemandu museum Gems.
Pantas saja jika dia menjawab seperti itu. Di museum ini terdapat satu bongkahan batu giok kelas imperial dengan harga 1,2 juta Euro alias Rp 18,6 miliar. Bukan main!
Andai tertarik untuk membeli giok sebagai oleh-oleh, Anda bisa menyambangi toko kerajinan yang ada di lantai dasar museum. Harganya berkisar antara USD 5-400 (Rp 61 ribu-4,9 juta) tergantung kualitasnya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung