Tidak heran bila pohon lahar itu menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan. Dilansir oleh detikTravel dari situs resmi Hawaii State Parks, Kamis (13/11/2014), pohon lahar yang juga disebut Lava Tree State Monument ini dapat ditemukan di Distrik Puna, Hawaii.
Sejarahnya, pada tahun 1790, aliran lahar mengalir dan melewati hutan yang kini menjadi bagian dari State Park atau Taman Negara Hawaii. Dari peristiwa tersebut, pohon yang dilewati menjadi tempat penampungan lahar yang mengeras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar baiknya, tidak dipungut biaya masuk dan parkir sama sekali. Fasilitas penunjang seperti toilet, meja piknik, sampai kanopi juga disediakan untuk kenyamanan pengunjung. Namun tidak ada sumber air di hutan, sehingga Anda perlu membawa air minum sendiri.
Untuk mencapainya, Anda perlu menuju Hawaii Belt Road (Rute 11) terlebih dulu. Lanjut melewati Jalan Tol 130 yang dikenal sebagai Jalan Kea'au-Pahoa menuju Kota Pahoa. Sampai di persimpangan antara Kea'au-Pahoa Rd dan Pahoa-Kapoho Rd, belok kiri ke Jalan Tol 132. Hutan Lava hanya tinggal berjarak 4,8 Km saja.
Pengunjung hanya dapat berkunjung ke Hutan Lava saat hari masih terang. Pihak pengelola tidak mengizinkan siapapun untuk masuk ke Hutan Lahar setelah hari gelap. Datang di pagi hari, kita dapat melihat pemandangan terbaik dari Hutan Lava.
Kabar dari situs resmi Hawaii State Parks menyebutkan, Hutan Lava masih ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Topan Iselle yang terjadi sempat merusak beberapa bagian hutan. Proses pembersihan dan perbaikan masih dilakukan. Tunggu saja ya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun