Tempat Lahir James Bond & 7 Fakta Unik Tentang Jamaika

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tempat Lahir James Bond & 7 Fakta Unik Tentang Jamaika

- detikTravel
Senin, 17 Nov 2014 17:30 WIB
Tempat Lahir James Bond & 7 Fakta Unik Tentang Jamaika
(CNN)
Kingston - Selain sebagai tempat asalnya Reggae, Bob Marley dan Usain Bolt sang pelari tercepat, Jamaika juga merupakan tempat kelahiran James Bond. Selain itu, ada 7 fakta unik soal Jamaika yang belum banyak diketahui masyarakat.

Ternyata mariyuana ilegal di Jamaika, belum lagi jumlah populasi Rastafarian yang ternyata cukup sedikit di tempat asalnya. Dilansir oleh detikTravel dari CNN, Senin (17/11/2014), berikut 8 fakta unik tentang Jamaika:

1. Tempat Kelahiran James Bond

(CNN)
James Bond merupakan tokoh fiktif yang lahir dari tangan sang penulis berkebangsaan Inggris, Ian Fleming. Namun, kisah James Bond sendiri ditulis oleh Ian Fleming saat tengah berada di Oracabessa, sebuah desa di St Mary, pantai utara Jamaika.

Faktanya, properti milik Ian Fleming yang dahulu menjadi tempatnya menulis kisah James Bond, telah menjadi boutique hotel dan resort mewah. Dalam film pertama James Bond, "Dr. No," syutingnya bertempat di Jamaika.

2. Penghasil Pisang

(CNN)
Sebagai penghasil pisang, Jamaika telah mempelopori perdagangan pisang secara global di Karibia. Ceritanya berawal pada tahun 1800, ketika sekelompok turis dari Inggris berkunjung ke Jamaika untuk menghindari musim dingin dengan kapal uap.

Sang kapten kapal uap, Lorenzo Dow Baker, menjadi pionir dari perdagangan pisang. Setelah bergabung, kini perusahaan yang dibangunnya memiliki nama Chiquita Brands International. Kini, penghasil pisang Jamaika merupakan eksportir pisang terbesar.

3. Penghasil Kopi Enak

(Reuters)
Pecinta kopi kelihatannya perlu memasukkan Jamaika dalam bucket list perjalanan selain Italia. Sebab, Kopi Jamaika Blue Mountain, merupakan salah satu kopi yang paling dihargai dan mahal di dunia. Setengah kilo kopinya dihargai USD 30 atau Rp 365 ribu, tidak kalah dengan kopi luwak!

Dataran tinggi memang ideal untuk menanam dan mematangkan biji kopi. Hasilnya adalah biji kopi dengan rasa yang kuat, dan tidak terlalu pahit seperti kopi kebanyakan. Kalau ingin merasakan langsung, terdapat penyedia jasa tur kopi di Jamaika.

4. Populasi Rastafarian yang Sedikit

(Getty Images)
Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah "Rastafarian" yang merujuk pada kelompok dengan rambut gimbal. Pergerakan yang awalnya berasal dari Jamaika ini ternyata punya populasi hanya 1,1% di negara asalanya.

Gaya rambut yang menjadi ikon dari "Rastafarian" memang sudah seperti norma yang berlaku di Jamaika. Selain gaya rambut, tentu masih ada aturan berpakaian dan lainnya.
Halaman 2 dari 5
James Bond merupakan tokoh fiktif yang lahir dari tangan sang penulis berkebangsaan Inggris, Ian Fleming. Namun, kisah James Bond sendiri ditulis oleh Ian Fleming saat tengah berada di Oracabessa, sebuah desa di St Mary, pantai utara Jamaika.

Faktanya, properti milik Ian Fleming yang dahulu menjadi tempatnya menulis kisah James Bond, telah menjadi boutique hotel dan resort mewah. Dalam film pertama James Bond, "Dr. No," syutingnya bertempat di Jamaika.

Sebagai penghasil pisang, Jamaika telah mempelopori perdagangan pisang secara global di Karibia. Ceritanya berawal pada tahun 1800, ketika sekelompok turis dari Inggris berkunjung ke Jamaika untuk menghindari musim dingin dengan kapal uap.

Sang kapten kapal uap, Lorenzo Dow Baker, menjadi pionir dari perdagangan pisang. Setelah bergabung, kini perusahaan yang dibangunnya memiliki nama Chiquita Brands International. Kini, penghasil pisang Jamaika merupakan eksportir pisang terbesar.

Pecinta kopi kelihatannya perlu memasukkan Jamaika dalam bucket list perjalanan selain Italia. Sebab, Kopi Jamaika Blue Mountain, merupakan salah satu kopi yang paling dihargai dan mahal di dunia. Setengah kilo kopinya dihargai USD 30 atau Rp 365 ribu, tidak kalah dengan kopi luwak!

Dataran tinggi memang ideal untuk menanam dan mematangkan biji kopi. Hasilnya adalah biji kopi dengan rasa yang kuat, dan tidak terlalu pahit seperti kopi kebanyakan. Kalau ingin merasakan langsung, terdapat penyedia jasa tur kopi di Jamaika.

Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah "Rastafarian" yang merujuk pada kelompok dengan rambut gimbal. Pergerakan yang awalnya berasal dari Jamaika ini ternyata punya populasi hanya 1,1% di negara asalanya.

Gaya rambut yang menjadi ikon dari "Rastafarian" memang sudah seperti norma yang berlaku di Jamaika. Selain gaya rambut, tentu masih ada aturan berpakaian dan lainnya.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads