Salah satu karya seni tersebut bisa dilihat di Lebuh Masjid Kapitan Keling atau Jalan Masjid Kapitan Keling. Karikatur berjudul Tok-tok Mee karya seniman Tang Mun Kian ini dengan jenaka menceritakan keseharian pedagang mi keliling yang membunyikan suara tok-tok. Bukan dengan memukul kentongan atau menda lain, melainkan dengan menjatuhkan keranjang ke kepala seorang pelanggan. Tok!
Besi baja yang dibentuk menjadi karikatur tersebut dicat hitam kusam sehingga terkesan serasi dengan tembok-tembok bangunan tua tempat karya ini dipajang. Ada puluhan karikatur besi tersebar di segala penjuru kota George Town. Sebagian di pinggir jalan besar, sebagian lagi tersembunyi di lorong-lorong atau gang kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tema yang diangkat tidak jauh dari keseharian warga yang tinggal di sekitar tempat karya-karya tersebut dipajang. Misalnya sebuah karikatur di Lebuh Ah Quee, menggambarkan penjaja nasi kandar yang khas dengan pikulannya. Lokasi tersebut dekat dengan permukiman warga keturunan Tamil Muslim yang pada zaman dahulu banyak berjualan nasi kandar.
Sama seperti mural yang juga tersebar di berbagai sudur kota tua George Town, berbagai karikatur ini juga menjadi salah satu objek foto-foto paling favorit di kalangan turis. Sebuah cara unik untuk menarik kunjungan wisatawan.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun