Adalah Richard Booth, pria yang membesarkan nama Hay-on-Wye sebagai 'Town of Books'. Pada 1961, dia membuka toko buku pertama di Hay-on-Wye. Dia memboyong buku-buku langsung dari AS, menuju desa mungil di Negara Wales ini.
Mulai tahun 1970-an, perpustakaan dan toko buku mulai berjamur di Hay-on-Wye. Desa mungil itu langsung menyandang julukan 'Town of Books', yang kini didatangi hampir 500.000 wisatawan tiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya ada 40 toko buku yang tersebar di penjuru desa. Sebut saja Addyman Annexe, Ashbrook Garage, Boz Books, Francis Edwards, dan masih banyak lagi. Satu toko buku yang paling terkenal adalah 'Honesty Bookshops', yang tak lain adalah deretan buku pada rak luar ruangan!
Sejak tahun 1988, desa mungil ini menjadi tuan rumah 'Hay Festival of Literature & Arts'. Festival ini digelar tiap akhir Mei, tempat berkumpulnya 80.000 penulis dari seluruh dunia. Sebut saja Salman Rushdie, David Simon, dan Stephen Fry.
Banyak penginapan yang bisa dipilih traveler, mulai dari ala backpacker sampai hotel mewah. Tiap hari Kamis mulai pukul 08.00 waktu setempat, digelar pasar tradisional di Memorial Square . Traveler bisa berburu barang antik, dan belanja aneka camilan nikmat seperti pastries dan keju.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Bule Rusia Bantah Hajar Warga Banyuwangi gegara Masalah Sound Horeg