Kaum migran yang umumnya miskin tersebut membentuk perkampungan yang kini dikenal sebagai Clan Jetty. Dinamakan demikian, sebab penghuninya berasal dari klan yang sama. Salah satu kampung tertua adalah Chew Jetty, yang seluruh penduduknya bermarga Chew.
Saat ini tercatat ada enam jetty yang masih ditinggali dan masih mempertahankan bentuk asli bangunannya, yakni rumah panggung dari kayu. Terkenal sebagai floating village dan menjadi salah satu objek wisata yang banyak diminati para turis internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengamati kehidupan warga sehari-hari, di tempat turis juga bisa belanja berbagai souvenir. Hampir setiap rumah menjual souvenir standar tempat wisata, mulai kaos hingga gantungan kunci. Jika lapar, tak jauh dari sini banyak berdiri tenda-tenda penjual Chinesse Food.
Lokasi kampung jetty ini tidak sulit untuk dijangkau. Dengan berjalan kaki, kurang lebih hanya butuh waktu 15 menit dari menara jam Victoria yang ada di pusat kota George Town. Alternatifnya, bisa juga berkunjung dengan menggunakan angkutan umum yang tersedia.
(shf/shf)











































Komentar Terbanyak
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI