Turis 'Dimakan' Ikan Monster di Trick Eye Museum Singapura

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Singapura

Turis 'Dimakan' Ikan Monster di Trick Eye Museum Singapura

- detikTravel
Senin, 08 Des 2014 16:10 WIB
Turis Dimakan Ikan Monster di Trick Eye Museum Singapura
Dimakan ikan monster (Erna/detikTravel)
Jakarta - Resort World Sentosa (RWS) di Singapura terus menambah wahananya. Selain Universal Studios dan SEA Aquarium, sejak Juni lalu dibuka Trick Eye Museum. Atraksi ilusi mata ini cocok untuk yang narsis karena penuh imajinasi.

Trick Eye Museum ini merupakan cabang dari galeri terkenal di Hongdae, Korea Selatan. Saat detikTravel berkunjung, Jumat (5/12/2014) lalu, letak Trick Eye Museum di waterfront sebelah Universal Studios.

Museum ini gampang diakses dari Sentosa Boardwalk. Untuk masuk ke museum ini cukup murah, sekitar USD 25 (Rp 235 ribu) untuk dewasa dan USD 20 (Rp 188 ribu) untuk anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di museum ini ada 80 lukisan dan instalasi ilusi optik yang bisa Anda jajal. Lebih dari 50 karya seni diciptakan dan diadaptasi khusus untuk galeri di Singapura. Selain karya orisinil, ada juga replika karya seni popular dari Korea Selatan seperti Angel's Wings, Moon Over the Sky dan Human Cannonball.

Semua karya seni itu terbagi ke dalam enam zona yaitu World of Masterpiece, Safari Kingdom, Stars of Circus, Dreams of Fairytale, Love in Winter dan Adventure Discovery.

Pada saat masuk, Anda akan langsung berhadapan dengan bayi raksasa yang tengah merangkak. Saya yakin, Anda akan langsung berburu beberapa spot untuk memotret. Saran saya, jangan terburu-buru. Pada beberapa bagian karya seni, mungkin Anda akan mudah langsung menghasilkan foto ilusi optik.

Namun di beberapa karya seni lainnya, cukup sulit untuk mendapatkan hasil karya terbaik berupa efek foto tiga dimensi. Ada lukisan seolah turis dimakan ikan monster, atau ular raksasa, ada juga naik sepeda dengan latar sayap malaikat, seolah-olah keluar dari tubuh kita.

Sebenarnya di samping setiap karya seni, ada petunjuk dan contoh foto yang bagus. Juga ada tanda titik yang pas buat memotret. Namun karena antre dengan orang lain, kerap hal itu diabaikan. Itu yang penulis rasakan, sehingga di beberapa karya seni, foto yang dihasilkan jelek.

Jadi ada baiknya, Anda melihat dulu secara seksama petunjuknya. Lalu coba bidikkan kamera ke arah instalasi ilusi optik atau lukisan tiga dimensi itu. Setelah pas, Anda bisa meminta teman untuk memotret di titik yang sudah Anda bidik tadi. Jepret!

Nah mungkin sekali jepret, fotonya belum sempurna. Tak usah kecewa. Anda bisa mengulanginya lagi. Tapi kalau antre panjang, jangan lakukan itu. Tinggalkan saja spot yang hasilnya kurang memuaskan tadi, dan lanjut ke titik lainnya. Anda nanti bisa mengulanginya saat sudah sepi. Masuk museum ini, tak ada batasan waktunya. Jadi puas-puaskan saja di dalam, sampai mendapatkan hasil foto ilusi optik yang sempurna. Ayo, action!

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads