Nyamannya Jalan Kaki di Trotoar Jiangmen, Tiongkok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Tiongkok

Nyamannya Jalan Kaki di Trotoar Jiangmen, Tiongkok

- detikTravel
Senin, 08 Des 2014 17:29 WIB
Nyamannya Jalan Kaki di Trotoar Jiangmen, Tiongkok
Area pejalan kaki yang nyaman dan asri (Zainal/detikTravel)
Jiangmen - Kota Jiangmen tak jauh berbeda dengan kota metropolis di Indonesia. Namun, kota persahabatan dengan Kota Surabaya ini lebih sepi saat jam kerja. Jalan kaki keliling kotanya pun tak kalah seru.

Selama di salah satu kota dalam provinsi Guangdong, Tiongkok, detikTravel melihat langsung layanan publik yang disediakan seperti pedestrian atau trotoar yang lebar yang asri dan bersih. Begitu pula angkutan massal darat seperti busway yang menghubungkan seluruh jalan dalam Kota Jiangmen.

Bus yang berbahan bakar gas ini menjadi pilihan masyarakat untuk beraktivitas hingga berangkat ke tempatnya bekerja. Sehingga penduduk maupun turis sama-sama nyaman jika ingin menjelajah kota ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bus yang sama dengan busway yang digunakan DKI Jakarta ini, penumpang cukup membayar 10 Yuan (Rp 20 ribu) untuk berkeliling kota. Murah kan? Untuk jadwal, tak perlu khawatir. Tidak sampai 5 menit busway yang juga dilengkapi dengan mesin penghangat siap mengantar berkeliling kota serta tiap halte juga dilengkapi dengan peta atau rute bus yang akan ditumpangi.

Tak hanya transportasi massal yang cukup nyaman dan bersih, Kota Jiangmen juga menyediakan trotoar yang lebar. Selain itu, trotoarnya juga bersih nan asri bagi pejalan kaki.

Dengan warna-warni bunga yang mencolok membuat nyaman pejalan kaki menikmati indahnya taman yang mendampingi sepanjang jalan. Ditambah dengan dinginnya suhu yang mencapai 12 derajat.

Meski pusat Kota Jiangmen dipenuhi bangunan menjulang seperti perkantoran, apartemen maupun rumah susun, jarang sekali terlihat reklame yang menempel di gedung maupun berdiri sendiri. Tentunya, Kota Surabaya tak salah bila meniru Jiangmen, modern tetapi tak rimbun dengan 'pohon reklame'.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads