detikTravel mendapat kesempatan berkunjung pada pekan lalu. Begitu masuk, kita disambut oleh perahu besar. Ini adalah perahu yang dipakai oleh Laksamana Cheng Ho saat berjelajah ke beberapa negara. Replika perahu ini dibuat 1:10 dibandingkan aslinya. Wow, tak terbayang ya besarnya armada Cheng Ho.
Di samping perahu besar ini, terdapat puluhan perahu kecil. "Jadi konon katanya saat menjelajah, selain perahu besar, Cheng Ho juga membawa 300 perahu kecil yang ikut berlayar," ujar Anggi Permatasari Murniali, Resort Marketing RWS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya kita akan diajak beberapa negara yang dikunjungi Cheng Ho dengan perahu besarnya. Pertama yang dijelajah adalah Vietnam lalu ke Palembang, Srilanka, Kalkuta di India, Oman di Afrika, dan Malindi di Kenya. Dipamerkan barang-barang khas setiap negara itu.
Dipamerkan juga sebuah perahu layar, hadiah dari Raja Oman bagi Presiden Singapura SR Nathan pada 2010 lalu. "Perahu ini didatangkan dengan cara dilayarkan dari Oman. Perahu ini merupakan perahu khas rakyat Oman, yang dibuat tanpa paku. Jadi untuk merekatkannya pakai sabut kelapa dan lemak dari binatang," tutur Anggi.
Menurut Anggi, atap museum dibangun setelah perahu ini masuk ke dalam ruangan.
Lalu setelah itu kita diajak ke Thaifun Theatre. Menurut Saya ini bagian yang paling mengasyikan dan tak terlupakan. Kita seolah naik perahu besar. Lalu ditampilkan sebuah film pendek sebelum masuk area teater. Di film itu diceritakan, pejabat Tiongkok akan mengirimkan sebuah hadiah bagi pernikahan putri Raja Oman. Hadiahnya berupa bejana dari emas.
"Ini jadi simulasi 360 derajat kita saat naik perahu. Bagaimana kita nanti kena badai," terang Anggi.
Saat masuk ke ruangan teater, kita seperti nonton film empat dimensi. Diceritakan di film itu saat dalam perjalanan menuju Oman, perahu diterjang badai besar dan akhirnya tenggelam. Pengunjung seolah-olah merasakan perahu yang digulung ombak. Cipratan air pun terasa.
"Awww..." jerit saya dan pengunjung lainnya.
Ceritanya perahu yang kita lewati tidak selamat dan masuk ke dasar laut. Saat itulah kita diajak keluar ruangan dan menyaksikan akuarium besar yang di dalamnya ada pecahan perahu. Ya, kita seolah dibawa ke dasar laut. Keren!
"Jadi antara museum di atas dan akuarium ini ada ceritanya. Saat kita di Sea Akuarium ini seolah-olah kita lagi di dasar laut," tutur Anggi.
Sebanyak 100 ribu dari 800 spesies laut ada di salah satu akuarium terbesar di dunia ini. Akuarium ini juga menjadi rumah bagi ikan pari manta raksasa, kerapu goliath yang sangat besar, napoleon wrasse dan raksasa laut lainnya. Kita juga bisa bertatap muka dengan lebih dari 200 ikan hiu dan juga berbagai terumbu karang. Saya beruntung bisa menyaksikan lumba-lumba yang sedang bermain bola.
Khusus untuk menyambut natal, akan ada scuba Santa dan kurcacinya menyelam dan menyapa pengunjung. Lucu!
Untuk masuk ke S.E.A Aquarium tiketnya 38 SGD (Rp 360 ribu) untuk hari biasa. Khusus untuk WNI, ada paket khusus 58 SGD (Rp 550 ribu) untuk dua orang.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah