Kyoto -
Shinkansen, ini kereta peluru Jepang yang legendaris. Jarak antar kota dilibas dengan kecepatan ratusan km/jam. Andai saja Indonesia punya kereta secanggih ini. Untuk sementara, traveler bisa menikmatinya di Jepang saja.
Naik kereta super cepat Shinkansen, menjadi pengalaman berharga para traveler saat bertualang di Jepang. Harga tiketnya cukup mahal jika jarak yang ditempuh lumayan jauh. Namun, untuk jarak dekat harga tiketnya cukup miring.
Inilah pengalaman detikTravel beberapa waktu lalu saat menjajal kereta Shinkansen dari Osaka ke Kyoto:
1. Aneka jenis Shinkansen
(Fitraya/detikTravel)
|
Shinkansen ada beberapa jenis, bentuknya serupa tapi tak sama. Yang jelas, kepala lokomotif yang lonjong menjadi ciri khasnya agar aerodinamis saat membelah udara dalam kecepatan tinggi.
Shinkansen tercepat adalah Nozomi Seri 700. Inilah Shinkansen yang saya tumpangi dari Osaka ke Kyoto. Kepala lokomotifnya sangat lonjong seperti paruh bebek.
2. Interior Shinkansen
(Fitraya/detikTravel)
|
Interior Shinkansen tampil dengan nuansa modern minimalis. Konfigurasi bangkunya adalah 3-2, sekilas jadi mirip bus antar kota.
Karena, gerbong yang saya naiki adalah tanpa reservasi tempat duduk. Gerbong dengan reservasi tempat duduk konfigurasinya 2-2.
Mungkin ini bertujuan agar Shinkansen bisa membawa lebih banyak penumpang. Namun, kenyamanan gerbong sepertinya tidak terpengaruh. Selain itu, kereta pun tidak penuh-penuh amat. Entah bagaimana jika di musim liburan.
3. Kecepatan Shinkansen
(Fitraya/detikTravel)
|
Jangan dibilang kereta peluru kalau larinya lambat-lambat saja. Begitu duduk, kereta pun pelan-pelan melesat. Kecepatannya mencapai 270 km/jam. Wusssh!
Pemandangan di luar kereta berkelebatan begitu saja. Meski demikian, kereta tidak berguncang dan tetap nyaman. Luar biasa. Osaka-Kyoto yang berjarak 40 km, ditempuh dalam waktu 15 menit saja.
Oh ya, kalau berlari tanpa penumpang, Shinkansen bisa lebih cepat lagi. Jika sedang dalam uji kecepatan tanpa penumpang, masinis akan membawa lari Shinkansen sampai 443 km/jam. Edan!
4. Cara membeli tiket Shinkansen
Ada banyak cara untuk membeli tiket Shinkansen. Jika Anda akan sering traveling antar kota di Jepang dan jaraknya berjauhan, tidak ada salahnya membeli paket tiket JR Pass untuk naik turun Shinkansen. Namun harganya cukup mahal.
Jika hanya akan sekali dua kali naik Shinkansen, lebih baik beli tiket ketengan saja. Rute Shinkansen favorit traveler adalah Osaka-Kyoto, hanya 1.420 Yen atau sekitar Rp 150 ribu, murah bukan! Lama perjalanan hanya 15 menit, untuk jarak 55 km.
Sedangkan Shinkansen Kyoto-Tokyo, harga tiketnya bisa mencapai Rp 1 juta. Itu sebabnya budget traveler memilih naik bus malam saja.
Shinkansen memiliki stasiun sendiri yang terpisah dengan stasiun kereta komuter antar kota. Pastikan Anda berada di stasiun yang benar dan carilah loket penjualan kereta Shinkansen yang biasa ditandai dengan tulisan besar.
5. Asyiknya, ramai-ramai!
(Fitraya/detikTravel)
|
Menikmati kereta secanggih ini, enaknya ramai-ramai. Jika traveling bersama kawan-kawan satu gank, pasti lebih seru. Apalagi untuk rute Osaka-Kyoto harganya relatif murah.
Naik Shinkansen bareng teman-teman pasti jadi kenangan yang tak terlupakan. Kita bisa sama-sama mengagumi cepatnya kereta peluru ini. Jangan lupa, foto-foto selfie bareng kawan-kawan. Kapan lagi bisa naik kereta yang entah kapan teknologinya bisa diterapkan di Indonesia ini.
Shinkansen ada beberapa jenis, bentuknya serupa tapi tak sama. Yang jelas, kepala lokomotif yang lonjong menjadi ciri khasnya agar aerodinamis saat membelah udara dalam kecepatan tinggi.
Shinkansen tercepat adalah Nozomi Seri 700. Inilah Shinkansen yang saya tumpangi dari Osaka ke Kyoto. Kepala lokomotifnya sangat lonjong seperti paruh bebek.
Interior Shinkansen tampil dengan nuansa modern minimalis. Konfigurasi bangkunya adalah 3-2, sekilas jadi mirip bus antar kota.
Karena, gerbong yang saya naiki adalah tanpa reservasi tempat duduk. Gerbong dengan reservasi tempat duduk konfigurasinya 2-2.
Mungkin ini bertujuan agar Shinkansen bisa membawa lebih banyak penumpang. Namun, kenyamanan gerbong sepertinya tidak terpengaruh. Selain itu, kereta pun tidak penuh-penuh amat. Entah bagaimana jika di musim liburan.
Jangan dibilang kereta peluru kalau larinya lambat-lambat saja. Begitu duduk, kereta pun pelan-pelan melesat. Kecepatannya mencapai 270 km/jam. Wusssh!
Pemandangan di luar kereta berkelebatan begitu saja. Meski demikian, kereta tidak berguncang dan tetap nyaman. Luar biasa. Osaka-Kyoto yang berjarak 40 km, ditempuh dalam waktu 15 menit saja.
Oh ya, kalau berlari tanpa penumpang, Shinkansen bisa lebih cepat lagi. Jika sedang dalam uji kecepatan tanpa penumpang, masinis akan membawa lari Shinkansen sampai 443 km/jam. Edan!
Ada banyak cara untuk membeli tiket Shinkansen. Jika Anda akan sering traveling antar kota di Jepang dan jaraknya berjauhan, tidak ada salahnya membeli paket tiket JR Pass untuk naik turun Shinkansen. Namun harganya cukup mahal.
Jika hanya akan sekali dua kali naik Shinkansen, lebih baik beli tiket ketengan saja. Rute Shinkansen favorit traveler adalah Osaka-Kyoto, hanya 1.420 Yen atau sekitar Rp 150 ribu, murah bukan! Lama perjalanan hanya 15 menit, untuk jarak 55 km.
Sedangkan Shinkansen Kyoto-Tokyo, harga tiketnya bisa mencapai Rp 1 juta. Itu sebabnya budget traveler memilih naik bus malam saja.
Shinkansen memiliki stasiun sendiri yang terpisah dengan stasiun kereta komuter antar kota. Pastikan Anda berada di stasiun yang benar dan carilah loket penjualan kereta Shinkansen yang biasa ditandai dengan tulisan besar.
Menikmati kereta secanggih ini, enaknya ramai-ramai. Jika traveling bersama kawan-kawan satu gank, pasti lebih seru. Apalagi untuk rute Osaka-Kyoto harganya relatif murah.
Naik Shinkansen bareng teman-teman pasti jadi kenangan yang tak terlupakan. Kita bisa sama-sama mengagumi cepatnya kereta peluru ini. Jangan lupa, foto-foto selfie bareng kawan-kawan. Kapan lagi bisa naik kereta yang entah kapan teknologinya bisa diterapkan di Indonesia ini.
(fay/fay)
Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar