Mulai dari pesta pantai di Australia, sampai tradisi Hogmanay di Skotlandia. Dikumpulkan oleh detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (18/12/2014), inilah 6 tradisi Natal paling nyentrik di dunia:
1. Festival Krampus di Austria
|
(Getty Images)
|
Apabila Santo Nicholas adalah figur baik yang memberikan kado, maka Krampus yang menakutkan akan menghukum anak yang nakal. Jika Krampus menemukan anak yang nakal, maka Krampus akan membawanya untuk cemilan malam. Ngeri!
2. La Quema del Diablo di Guatemala
|
(Reuters)
|
Kemudian figur setan tersebut ditaruh jalanan, dan dibakar ramai-ramai. Upacara simbolik tersebut dimaksudkan sebagai ritual pembersihan dari setan dan berbagai hal negatif menjelang tahun mendatang.
3. Nenek Sihir Befana di Italia
|
(Youtube)
|
Befana pun memberikan kadonya dengan cara mirip seperti Santa, yaitu melalui cerobong asap. Layaknya penyihir, Befana juga terlihat membawa sapu sihirnya. Sebagai ganti kado, masyarakat Italia memberi makanan berupa sepiring brokoli dan sosis, serta segelas wine.
4. Mummering di Newfoundland
|
(mummersfestival.ca)
|
Dalam tradisi Mummering, setiap orang akan berkunjung ke rumah tetangga atau saudara, namun dengan menggunakan samaran unik. Tidak hanya menyamar secara penampilan, bahkan nada suara juga diubah. Barang siapa yang identitasnya tertebak, wajib traktir minum dan makan. Seru ya.
5. Pesta Pantai di Australia
|
(Getty Images)
|
Pada bulan Desember, masyarakat Australia lebih suka merayakan Natal di pantai. Aktivitasnya pun beragam, dari berenang, surfing, sampai piknik. Tidak sedikit juga turis Australia yang Natalan di Bali.
6. Hogmanay di Skotlandia
|
(Getty Images)
|
Puncak acara Hogmanay adalah tradisi 'First-Footing.' Tradisi tersebut mengatakan, barang siapa yang melewati pintu rumah sesaat setelah pergantian tahun, akan membawa nasib baik. Namun, laki-laki yang berambut hitam dan perempuan berambut pirang malah dipercaya tidak beruntung. Ada-ada saja ya.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia