6 Tradisi Natal Paling Nyentrik di Dunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highilght Natal

6 Tradisi Natal Paling Nyentrik di Dunia

- detikTravel
Kamis, 18 Des 2014 19:40 WIB
6 Tradisi Natal Paling Nyentrik di Dunia
Wina - Tradisi Natal identik dengan kemeriahan dan pohon Natal, tapi tidak semua seperti itu. Beberapa negara, bahkan punya tradisi unik berbeda untuk merayakan Natal. Setidaknya ada 6 tradisi Natal paling nyentrik di dunia.

Mulai dari pesta pantai di Australia, sampai tradisi Hogmanay di Skotlandia. Dikumpulkan oleh detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (18/12/2014), inilah 6 tradisi Natal paling nyentrik di dunia:

1. Festival Krampus di Austria

(Getty Images)
Mungkin salah satu mimpi buruk anak-anak adalah merayakan Natal di Austria. Dalam budaya Bavaria termasuk seperti Austria, keberadaan Sinterklas dan Piet Hitam digantikan oleh Santo Nicholas dan Krampus.

Apabila Santo Nicholas adalah figur baik yang memberikan kado, maka Krampus yang menakutkan akan menghukum anak yang nakal. Jika Krampus menemukan anak yang nakal, maka Krampus akan membawanya untuk cemilan malam. Ngeri!

2. La Quema del Diablo di Guatemala

(Reuters)
Apabila Krampus di Austria ditakuti, maka 'setan' di Guatemala ramai-ramai dibakar. Pada 7 Desember, masyarakat Guatemala menyapu rumah, mengumpulkan sampah, dan membuat sosok setan dari sampah dan properti yang tidak dipakai.

Kemudian figur setan tersebut ditaruh jalanan, dan dibakar ramai-ramai. Upacara simbolik tersebut dimaksudkan sebagai ritual pembersihan dari setan dan berbagai hal negatif menjelang tahun mendatang.

3. Nenek Sihir Befana di Italia

(Youtube)
Saat Natal di Italia, anak-anak mungkin lebih mengenal sosok nenek sihir Befana ketimbang Sinterklas. Befana merupakan sosok nenek sihir tua yang tugasnya memberikan kado bagi anak-anak, mirip dengan Sinterklas.

Befana pun memberikan kadonya dengan cara mirip seperti Santa, yaitu melalui cerobong asap. Layaknya penyihir, Befana juga terlihat membawa sapu sihirnya. Sebagai ganti kado, masyarakat Italia memberi makanan berupa sepiring brokoli dan sosis, serta segelas wine.

4. Mummering di Newfoundland

(mummersfestival.ca)
Untuk urusan perayaan Natal, mungkin tradisi masyarakat Newfoundland yang merupakan bagian dari Kanada tergolong nyentrik. Setiap tahun menjelang Natal, masyarakat Newfoundland punya tradisi unik bernama Mummering.

Dalam tradisi Mummering, setiap orang akan berkunjung ke rumah tetangga atau saudara, namun dengan menggunakan samaran unik. Tidak hanya menyamar secara penampilan, bahkan nada suara juga diubah. Barang siapa yang identitasnya tertebak, wajib traktir minum dan makan. Seru ya.

5. Pesta Pantai di Australia

(Getty Images)
Jika mayoritas negara di bagian Utara merayakan Natal dengan salju, maka lain soal di Australia. Bulan Desember merupakan musim panas di Australia. Sudah tentu tidak ada salju, melainkan sinar matahari, pantai, dan kulit yang makin coklat.

Pada bulan Desember, masyarakat Australia lebih suka merayakan Natal di pantai. Aktivitasnya pun beragam, dari berenang, surfing, sampai piknik. Tidak sedikit juga turis Australia yang Natalan di Bali.

6. Hogmanay di Skotlandia

(Getty Images)
Orang Skotlandia memang tahu cara berpesta, buktinya adalah tradisi Hogmanay yang dilakukan di penghujung tahun. Apabila umumya tanggal 25 dimaknai dengan ketenangan, maka Hogmanay adalah kebalikannya. Mulai dari teriakan, obor, sampai kembang api ada.

Puncak acara Hogmanay adalah tradisi 'First-Footing.' Tradisi tersebut mengatakan, barang siapa yang melewati pintu rumah sesaat setelah pergantian tahun, akan membawa nasib baik. Namun, laki-laki yang berambut hitam dan perempuan berambut pirang malah dipercaya tidak beruntung. Ada-ada saja ya.
Halaman 2 dari 7
Mungkin salah satu mimpi buruk anak-anak adalah merayakan Natal di Austria. Dalam budaya Bavaria termasuk seperti Austria, keberadaan Sinterklas dan Piet Hitam digantikan oleh Santo Nicholas dan Krampus.

Apabila Santo Nicholas adalah figur baik yang memberikan kado, maka Krampus yang menakutkan akan menghukum anak yang nakal. Jika Krampus menemukan anak yang nakal, maka Krampus akan membawanya untuk cemilan malam. Ngeri!

Apabila Krampus di Austria ditakuti, maka 'setan' di Guatemala ramai-ramai dibakar. Pada 7 Desember, masyarakat Guatemala menyapu rumah, mengumpulkan sampah, dan membuat sosok setan dari sampah dan properti yang tidak dipakai.

Kemudian figur setan tersebut ditaruh jalanan, dan dibakar ramai-ramai. Upacara simbolik tersebut dimaksudkan sebagai ritual pembersihan dari setan dan berbagai hal negatif menjelang tahun mendatang.

Saat Natal di Italia, anak-anak mungkin lebih mengenal sosok nenek sihir Befana ketimbang Sinterklas. Befana merupakan sosok nenek sihir tua yang tugasnya memberikan kado bagi anak-anak, mirip dengan Sinterklas.

Befana pun memberikan kadonya dengan cara mirip seperti Santa, yaitu melalui cerobong asap. Layaknya penyihir, Befana juga terlihat membawa sapu sihirnya. Sebagai ganti kado, masyarakat Italia memberi makanan berupa sepiring brokoli dan sosis, serta segelas wine.

Untuk urusan perayaan Natal, mungkin tradisi masyarakat Newfoundland yang merupakan bagian dari Kanada tergolong nyentrik. Setiap tahun menjelang Natal, masyarakat Newfoundland punya tradisi unik bernama Mummering.

Dalam tradisi Mummering, setiap orang akan berkunjung ke rumah tetangga atau saudara, namun dengan menggunakan samaran unik. Tidak hanya menyamar secara penampilan, bahkan nada suara juga diubah. Barang siapa yang identitasnya tertebak, wajib traktir minum dan makan. Seru ya.

Jika mayoritas negara di bagian Utara merayakan Natal dengan salju, maka lain soal di Australia. Bulan Desember merupakan musim panas di Australia. Sudah tentu tidak ada salju, melainkan sinar matahari, pantai, dan kulit yang makin coklat.

Pada bulan Desember, masyarakat Australia lebih suka merayakan Natal di pantai. Aktivitasnya pun beragam, dari berenang, surfing, sampai piknik. Tidak sedikit juga turis Australia yang Natalan di Bali.

Orang Skotlandia memang tahu cara berpesta, buktinya adalah tradisi Hogmanay yang dilakukan di penghujung tahun. Apabila umumya tanggal 25 dimaknai dengan ketenangan, maka Hogmanay adalah kebalikannya. Mulai dari teriakan, obor, sampai kembang api ada.

Puncak acara Hogmanay adalah tradisi 'First-Footing.' Tradisi tersebut mengatakan, barang siapa yang melewati pintu rumah sesaat setelah pergantian tahun, akan membawa nasib baik. Namun, laki-laki yang berambut hitam dan perempuan berambut pirang malah dipercaya tidak beruntung. Ada-ada saja ya.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads