Rorouni Kenshin berkisah tentang samurai Kenshin Himura yang mencoba menggagalkan pemberontakan yang dipimpin Makoto Shishio. Namanya juga film samurai, settingnya tentu suasana kota Jepang tempo doeloe. Namun, bagaimana cara membangun kota zaman samurai ini?
Produser film tidak usah repot-repot, karena untuk keperluan syuting film samurai, sudah ada Toei Kyoto Studio yang memiliki replika kota kuno Jepang. Studio film ini punya beberapa hanggar indoor untuk syuting yang tertutup dari kunjungan wisatawan, namun juga punya area outdoor dengan suasana zaman samurai dan asyiknya lagi bisa bebas dikunjungi wisatawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jidaigeki, itulah genre film samurai dalam sebutan orang Jepang. Detil studio outdoor ini begitu luar biasa. Ada banyak rumah berderet yang bisa dimasuki, gang-gang berliku, sungai dan jembatan, kolam, lapangan dan aneka tiruan toko, dan bangunan fungsional lainnya.
Ingat ketika Kenshin dan kawan-kawan menonton teater Kabuki di awal film? Bangunannya memang sungguhan ada, namanya Nakamuraza Theater. Atau ketika adegan komplotan Shishio menyerbu kota, rupanya seluruh bagian kota ini sepertinya memang tampil di dalam film tersebut.
Wisatawan bisa melihat karyawan studio berkostum samurai, bangsawan, geisha dan lain-lain. Mereka bisa diajak berfoto bersama. Anak-anak bisa membeli aneka pernak-pernik ninja dan berlarian sambil berkhayal menjadi ninja.
Pada waktu-waktu tertentu, akan ada semacam parade para aktor yang disebut Oedo Daidougei. Ceritanya adalah bangsawan yang membawa seorang geisha nan cantik jelita. Jalanan utama akan dikosongkan, wisatawan berjejer panjang di kanan dan kiri jalan, para aktor pun akan berparade mulai dari Nakamuraza Theater sambil berakting.
Sayang saya tidak mengerti bahasa Jepang. Sementara turis lokal terbahak-bahak mendengarkan banyolan salah satu aktor yang berperan sebagai anak buah si bangsawan tersebut.
Nah, selain menikmati suasana kota samurai, ada sejumlah wahana yang bisa dinikmati wisatawan dengan tambahan biaya. Ada rumah hantu, museum anime, rumah misteri, dan arena ketangkasan. Toko suvenir pun tersedia di sini.
Cara Kesana:
Dari Stasiun Kyoto, naiklah bus kota nomor 71, 72, atau 73. Kita bisa juga naik bus nomor 91 dari pusat kota Kyoto di kawasan Shijo. Ongkos tiket bus, cukup membeli tiket harian 500 Yen atau Rp 52 ribu. Turunlah di halte bus perempatan Uzumasa Eigamura-michi. Kemudian jalan kakilah dari perempatan ke arah selatan sekitar 10 menit atau mengikuti petunjuk arah.
Harga tiket masuk taman rekreasi ini adalah 2.200 Yen atau Rp 230 ribu. Toei Kyoto Studio buka pukul 09.30-16.30 pada Desember-Februari dan pukul 09.00-17.00 pada Maret-November. Toei Kyoto Studio ditutup jika sedang ada proses syuting.
Ayo datang kesana dan penuhilah imajinasi kamu!
(fay/aff)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok