Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Jan 2015 09:48 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Wisata Kuliner Paling Mantap di Kyoto, Nishiki Market Saja!

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Aneka makanan olahan ikan segar di Nishiki Market (Fitraya/detikTravel)
Aneka makanan olahan ikan segar di Nishiki Market (Fitraya/detikTravel)
Kyoto - Kyoto di Jepang terkenal di mata wisatawan karena kental dengan warisan budaya. Tapi Kyoto tidak hanya punya kuil dan taman zen saja. Kyoto juga punya pasar kuliner yang disebut-sebut terbaik di Jepang: Nishiki Market.

Saat traveling ke Kyoto, kita bisa berwisata kuliner ke pasar makanan paling terkenal di Jepang yaitu Nishiki Market. Tempat ini berjuluk 'Dapurnya Kyoto', karena dari pasar inilah kita bisa mendapatkan segala jenis masakan dan bahan makanan yang biasa dikonsumsi di Kyoto.

Seperti saat detikTravel berkunjung beberapa waktu lalu, Nishiki Market beralamat di Jalan Nishikoji Dori. Bentuknya adalah satu jalan selebar 3 meter yang memanjang beberapa blok, diberi atap supaya tidak kehujanan dan kanan kirinya adalah aneka penjual makanan.

Menurut sejarahnya, pasar ini sudah ada sejak tahun 1310. Awalnya hanya rumah yang membuka warung berjualan ikan. Kemudian semua rumah di jalan tersebut membuka warung bahan makanan sampai sekarang.

BACA JUGA: Mengamati Tingkah Laku Geisha dan Tamu Prianya di Kyoto

Oleh karena itu, banyak pedagang di Nishiki Market mewarisi usaha dari orangtua dan kakek moyangnya. Mereka berjualan aneka makanan baik bahan mentah atau makanan jadi, mulai dari daging ikan, kacang edamame, sampai bonito alias abon ikan yang biasa dipakai untuk taburan okonomiyaki.

Enaknya, ada banyak makanan tester untuk dicicipi gratis. Di Nishiki Market tidak ada tempat duduk ala food court, warga Kyoto datang ke Nishiki untuk belanja kemudian pulang ke rumah untuk masak. Tapi kita bisa wara-wiri dan berhenti untuk menikmati kuliner yang ada.

Ada beberapa makanan yang wajib dicoba di sini, apalagi untuk yang suka jajan. Saya mencoba Tamago, telur dadar gulung berbentuk silinder. Rasanya begitu lembut dan lezat, namun memang harganya cukup mahal yaitu 1.000 Yen (Rp 105 ribu).

Selain itu ada aneka tempura dan gorengan mulai dari 100 Yen (Rp 10 ribu), onigiri mulai 250 Yen (Rp 26 ribu) dan aneka sate cumi dan gurita mulai dari 150 Yen (Rp 16 ribu). Yang wajib coba juga adalah sate gurita kecil yang kepalanya diisi telur puyuh. Nyamm!

Yang patut dicoba juga adalah kue beras alias Senbei. Di Nishiki Market, Senbei dibikin langsung di tokonya dengan cara dipanggang jadi masih hangat. Ada juga aneka paket sushi boks mulai 1.000 Yen (Rp 105 ribu).

Bisa dibilang, keunggulan Nishiki Market adalah makanan jadi yang langsung dibuat oleh para penjualnya. Sehingga pembeli selalu mendapatkan makanan yang segar dan berkualitas. Tak heran jika harganya mungkin agak mahal untuk turis Indonesia. Misalnya saja sekotak Tamago, di luar pasar dengan harga yang sama mungkin kita bisa dapat 2 porsi mie udon.

Cara ke sana:

Nishiki Market bisa dicapai dengan jalan kaki dari halte bus Shijo Karasuma dan Shijo Kawaramachi. Hampir semua bus yang ada di Kyoto menuju ke sana karena ini adalah jantung Kota Kyoto.

Kyoto juga merupakan tempat syuting film Rorouni Kenshin. Studio tempat syutingnya bisa disimak di sini.



(shf/fay)

BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED