Ini Saingan Lompat Batu Nias di Malaysia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Malaysia

Ini Saingan Lompat Batu Nias di Malaysia

- detikTravel
Senin, 16 Feb 2015 07:10 WIB
Ini Saingan Lompat Batu Nias di Malaysia
Lompat rotan atau nama aslinya Lansaran (Youtube)
Kinabalu - Nias di Sumatera Utara punya tradisi lompat batu yang terkenal. Ternyata, tradisi semacam itu juga bisa ditemukan pada Suku Murut di Sabah, Malaysia bernama lompat rotan. Seperti apa ya?

Mari Mari Village di Kinabalu merupakan desa wisata yang terdiri dari 5 suku besar dari kawasan Sabah. Selain Suku Lundayeh yang disebut sebagi pemburu kepala, ada pula Suku Murut yang punya tradisi lompat rotan yang disebut dengan nama Lansaran.

"Ini saingannya lompat batu yang ada di Nias," ujar pemandu setempat, Alister kepada detikTravel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ada perbedaan mencolok antara lompat batu di Nias dengan lompat rotan yang dilakukan Suku Murut ini. Kalau lompat batu dilakukan di lapangan, maka lompat rotan dilakukan di dalam rumah.

"Jadi, terdapat rotan yang berukuran persegi dan di atasnya ada kain yang harus bisa disentuh. Rotannya elastis sehingga bisa menghasilkan tenaga untuk melompat yang tinggi," papar Alister.

Lanjut Alister, lompat rotan dilakukan oleh 2-3 orang. Satu orang akan melompat untuk menyentuh kain, sedangkan sisanya melompat-lompat untuk memberikan daya lompat yang lebih besar.

"Tinggi kainnya yang harus disentuh bisa mencapai 3-4 meter," kata Alister.

Asyiknya, turis bisa mencoba langsung tradisi lompat rotan ini. Dari anak kecil hingga orang tua dipersilakan mengikuti lompat rotan, yang dipandu langsung oleh Suku Murut.

usut punya usut, rupanya ada kesamaan antara lompat batu di Nias dengan lompat rotan di Kinabalu ini. Persamaannya yakni hanya dilakukan oleh pria dan sebagai bukti menandakan kedewasaan.

"Jika berhasil menyentuh kain, pria itu sudah dianggap dewasa dan boleh menikah. Tentu, harus sering latihan agar bisa menyentuh kain yang ada di atas itu," ungkap Alister.

Mari Mari Village berlokasi di kawasan Inanam yang dapat ditempuh naik mobil atau bus dari Kota Kinabalu. Tiket masuknya sebesar 80 Ringgit atau sekitar Rp 285 ribu, yang sudah termasuk makan dan jasa pemandu. Suku Murut sendiri diketahui sebagai salah satu dari pecahan Suku Dayak yang menetap di Kalimantan.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads