Mungkin belum banyak traveler yang mengenal nama Leh di Ladakh, India. Namun soal keindahan, dapat disandingkan dengan Swiss di Eropa. detikTravel pun berkesempatan datang ke Ladakh beberapa pekan lalu, dan terpesona dengan keindahannya yang alami.
Hamparan batu dan barisan puncak yang diselimuti salju, menyambut setiap pengunjung yang datang ke Leh. Baik Anda pergi ke sana dengan naik pesawat atau jalur darat, pemandangannya pun sama. Sungguh adil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal unik lainnya, mayoritas penduduk Leh juga menganut agama Buddha, berbeda dengan mayoritas orang di India yang beragama Hindu. Tidak heran kalau masyarakatnya juga menjunjung tinggi figur Dalai Lama.
Fakta lainnya, Leh terletak di ketinggian 3.524 Mdpl, sebagai perbandingan, mendekati puncak Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 Mdpl. Setibanya di Leh, Anda dianjurkan untuk meminum obat agar badan Anda dapat beradaptasi dengan kondisi iklim di Leh.
Keluar bandara, supir yang akan menjadi pemandu selama seminggu ternyata sudah menunggu dengan membawa kertas bertuliskan nama saya. Tidak perlu waktu lama, ia segera mengantarkan menuju guesthouse yang sudah termasuk dalam paket perjalanan.
Dari balik kaca, saya mengamati Leh yang sangat berbeda dan asing di pikiran saya. Padahal masih di India, namun terdapat perbedaan budaya, bahasa, sampai bentuk bangunan dan pemandangannya. Sungguh dibuat takjub rasanya.
Lonceng-lonceng merah terlihat diputar sebagai bentuk doa kepada sang Buddha. Anjing-anjing liar berkeliaran, barisan pohon pinus yang menguning, hingga rumah-rumah yang berderet dan berwarna mencolok, menjadi ciri khas Leh.
Bagi Anda yang ingin liburan ke Swiss, namun dengan versi lebih hemat, datang saja ke Leh. Anda dapat mencapainya dengan menaiki pesawat selama dua jam dari New Delhi, India.
Apabila ditotal dengan tiket PP Indonesia-India plus Leh, harganya berkisar sekitar Rp 6 jutaan untuk pesawat. Harganya memang lumayan, tapi masih jauh lebih murah dari tiket pesawat PP Indonesia ke Swiss.
(shf/fay)
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta