Matekane Air Strip, suatu bandara di Lesotho, Afrika, masih terdengar asing di telinga traveler. Namun jangan coba-coba mendarat di sana, sebab landasan pacunya menuju ke jurang sedalam 600 meter. Ngeri!
Jika mencari bandara-bandara mengerikan di dunia lewat internet, maka nama Matekane Air Strip akan menjadi salah satunya. Bisa dibilang, inilah satu-satunya bandara di Afrika yang disebut-sebut sangat mengerikan!
detikTravel mencoba melakukan penelusuran mengenai Matekane Air Strip pada Selasa (31/3/2015). Cukup sulit mencarinya, sebab tidak ada informasi resmi mengenai bandara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedalaman jurangnya mencapai 600 meter. Bahkan kalau dilihat dari angkasa, ujung landasannya benar-benar menuju jurang dan seolah hilang begitu saja.
Dari testimoni pilot yang pernah singgah di Matekane Air Strip, bukan hal mudah untuk menerbangkan atau mendaratkan pesawat di sana. Angin yang berhembus membuat pilot harus menjaga betul keseimbangan ketika hendak mendarat. Salah sedikit, ada jurang di depan mata!
Begitu pula saat menerbangkan pesawat, pesawat bisa-bisa tidak naik ke angkasa karena tekanan angin yang cukup kencang. Karena dikelilingi pegunungan yang menjulang tinggi, pilot harus bisa memprediksi dan membaca arah angin.
Usut punya usut, Matekane Air Strip merupakan bandara milik Matekane Group of Companies suatu perusahaan yang bergerak di bidang kemanusian dan kedokteran di Lesotho. Bandaranya memang khusus bagi para relawan dan dokter-dokter dari seluruh dunia yang mau membantu masyarakat Lesotho. Bandaranya bukan merupakan bandara komersil.
Matekane Air Strip diperkirakan masuk dalam distrik Mafeteng. Jangan membayangkan gedung mewah, sebab bandaranya hanya berupa landasan pacu saja. Belum lagi, akses menuju bandaranya cukup sulit karena ada di atas tebing di kawasan terpencil.
Traveler yang penasaran, bisa memesan penerbangan ke sana melalui situs Matekane Group of Companies. Baru-baru ini, perusahaanya membuka rute penerbangan dengan pesawat perintis CRJ200 ke Bandara Moshoeshoe I di Maseru, ibukota Lesotho. Ya, hanya pesawat perintis saja yang bisa mendarat di sana.
Pemandangan perbukitan hijau di sana memang terlihat cantik, yang membuktikan Lesotho pantas diberi julukan The Kingdom In The Sky. Berbeda dengan pilot, mendarat di sana bagaikan mimpi buruk.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh