Dilarang Gowes Sepeda di Kota Tiongkok Ini, Kenapa Ya?
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Tiongkok

Dilarang Gowes Sepeda di Kota Tiongkok Ini, Kenapa Ya?

- detikTravel
Senin, 04 Mei 2015 18:18 WIB
Dilarang Gowes Sepeda di Kota Tiongkok Ini, Kenapa Ya?
Tanda larangan naik sepeda di Qingdao (Gagah/detikTravel)
Qingdao - Dikala banyak kota sedang menggalakkan penggunaan alat transportasi alternatif seperti sepeda, di Qingdao malah dilarang. Kira-kira, kenapa orang tidak boleh gowes sepeda di sini?

Orang-orang bersepeda di jalan utama kota merupakan pemandangan yang lumrah di kota besar Tiongkok. Bersepeda seolah tidak dilepaskan dari keseharian warga Tiongkok untuk melakukan kegiatan sehari-hari mereka.

Bepergian dengan mengayuh pedal ini adalah favorit warga Tiongkok. Tapi tidak semua jalan-jalan di kota besar Tiongkok cocok untuk para pesepeda itu. Di Qingdao salah satunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jalan di sini sempit-sempit. Jadi tidak cocok untuk sepeda atau motor," tutur James, warga lokal yang juga bekerja sebagai pimpinan tur kepada detikTravel minggu lalu.

Di beberapa jalan terdapat banyak rambu-rambu larangan bersepeda. Memang jalan di pesisir timur Tiongkok ini tidak selebar ruas di Beijing, banyak yang hanya 2 jalur di setiap lajurnya. Jadi tidak aman bagi pesepeda untuk melintas, cukup beresiko untuk disenggol pengendara roda empat atau lebih.

"Tapi memang peraturannya tidak ketat," sahut James saat disinggung apakah ada larangan resmi bersepeda di Qingdao.

Saat berputar-putar mengelilingi kota yang bisa dicapai dengan perjalanan 1,5 jam dari Incheon, Seoul, ini, detikTravel melihat masih tetap ada yang bersepeda atau bermotor. Namun jumlahnya hanya satu-dua, tidak sampai puluhan jumlahnya. Saat pulang kerja, orang-orang memilih mobil atau kendaraan bermotor.

Qingdao adalah kota industri dan di Tiongkok. Berada di dalam Provinsi Shandong, Jerman yang berkuasa di era 1891–1914 banyak meninggalkan jejak budayanya, termasuk arsitektur dan kemampuannya dalam mengolah minuman keras bir.

Ada 3 area di Qingdao, area pegunungan, area lama, dan baru. Area pegunungan, menurut James, adalah tempat biksu-biksu mengabdikan hidup mereka. Mereka juga belajar seni bela diri, Tai-chi salah satunya.

"Mereka rata-rata bisa meramal nasib. Bisa melihat langsung dari wajah ataupun telapak tangan," tutur James.

Area lama adalah kota utama Qingdao yang akhirnya menjadi area bisnis, pabrik dan pelabuhan. Sedangkan area baru merupakan tempat pengembangan ekonomi.

"Kalau mau beli tanah di sini silakan. Sekarang masih murah tapi nanti bisa meroket harganya," canda James soal area baru Qingdao.

(shf/shf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads