Yuk, Melihat Kebun Anggur & Pembuatan Wine di Australia
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Australia

Yuk, Melihat Kebun Anggur & Pembuatan Wine di Australia

- detikTravel
Selasa, 12 Mei 2015 09:54 WIB
Yuk, Melihat Kebun Anggur & Pembuatan Wine di Australia
Domaine Chandon, pabrik anggur di Yarra Valley (Andi Saputra/detikTravel)
Melbourne - Anggur asal Australia cukup terkenal bagi traveler pecinta minuman wine. Tempat untuk melihat hamparan kebun anggur dan pembuatan wine berusia 200 tahun adalah Yarra Valley, yang berlokasi di dekat Kota Melbourne.

Sepanjang mata memandang, yang ada adalah hamparan hijau kebun anggur. Panorama pegunungan tampak semakin cantik dengan rumah-rumah yang bertebaran di banyak tempat. Ada juga peternakan sapi dan kuda yang terhampar puluhan hektar. Sesekali gerimis turun membasahi Yarra Valley, Victoria, membuat cuaca cukup menusuk tulang bagi orang Indonesia.

Kesempatan melihat pemandangan bak permadani ini didapati detikTravel, Jumat (8/5/2015) atas undangan Melbourne Tourism bekerjasama dengan Indonesia AirAsiaX dan Tune Hotels. Salah satu pengalaman yang dapat traveler adalah melihat langsung kebun anggur dan pemrosesan pembuatan wine di Domaine Chandon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yarra terkenal sejak tahun 1800 dan pabrik anggur kami mulai didirikan sejak 1960," kata pemandu tur, Glenn Thomson.

Pertama-tama, wisatawan diajak melihat kebum anggur dari jauh. Langsung terhampar di depan mata, deretan pohon anggur yang tertata apik. Sebuah danau luas ada di bagian tengahnya.

"Sudah 200 tahun kami membuat wine dengan cara tradisional dari anggur putih, merah dan pink," ujar Glenn.

Setelah itu tamu diajak menuju diorama sejarah wine di dalam gedung yang diset audiovisual sangat apik. Ruang selanjutnya adalah replika alat mesin penghancur anggur dan penyulingannya. Adapun di lantai bawah dapat dilihat pabrik pengolahan yang semuanya berbahan stainless steel dengan ukuran super besar.

"Mulai produksi usai musim panas tiap tahunnya," papar Glenn.

Setelah itu traveler diajak melihat tempat penyimpanan wine dalam gentong besar yang jumlahnya puluhan. Harga per barel dipatok AUD 13.000 (Rp 135 juta) hingga AUD 18.000 (Rp 187 juta).

Ruang terakhir adalah gudang penyimpanan wine yang ukurannya seluas hanggar pesawat. Wine ini sudah dikemas dalam botol-botol. Ribuan botol ini dimasukan rak kayu dengan posisi miring terbalik. Setiap botol memiliki garis di dasarnya untuk menandakan tahun pembuatan. Guratan di dasar botol memang berbeda setiap tahunnya.

"Kemiringannya diputar setiap 3 kali supaya fermentasinya sempurna," ujar Glenn.

Nah, Anda yang mengikuti tur bisa mencoba wine dari berbagai tahun dan membedakan rasanya. Bagi yang ingin membawa pulang untuk oleh-oleh bisa membeli dari harga sekitar AUD 20 (Rp 207.000), tergantung jenis dan tahun pembuatan.

(sst/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads