Kota Bergelimang Judi Sampai Prostitusi di Myanmar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kota Bergelimang Judi Sampai Prostitusi di Myanmar

Johanes Randy - detikTravel
Rabu, 20 Mei 2015 19:10 WIB
Kota Bergelimang Judi Sampai Prostitusi di Myanmar
Wanita penghibur di malam hari (Youtube)
Mong La - Las Vegas di AS terkenal sebagai 'Sin City' karena adanya perjudian. Di Myanmar ternyata ada kota yang lebih parah bernama Mong La. Ada perjudian, prostitusi dan disebut-sebut tidak memiliki aturan. Kota yang bahaya!

Kota Mong La pun sampai diberitakan media asing seperti The Daily Beast, News Australia, hingga The Economist. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (20/5/2015) media The Economist pun menuliskan kalau Mong La dibangun di atas ladang opium.

Sejarahnya, Kota Mong La yang terpencil memang dibangun dari keuntungan hasil berjualan opium dan bantuan dana keuangan dari Provinsi Yunnan di Tiongkok. Pada tahun 1989, Kota Mong La bahkan pernah ramai didatangi turis.

Setidaknya 350.000 turis Tiongkok berkunjung ke Mong La setiap tahunnya untuk berjudi dan berkunjung ke panti pijat. Pada tahun 2002 lalu, Mong La memiliki pendapatan sekitar USD 9,6 juta dari sektor pariwisata, seperti diberitakan News.com Australia.

Perdagangan narkoba hingga senjata dan mobil colongan pun merupakan hal yang lumrah di Mong La. Edannya lagi, sejumlah hotel bahkan memasang selebaran berbau jasa seks dengan siaran televisi berisi film porno. Bikin geleng-geleng kepala.

Selain itu Mong La juga terkenal akan perdagangan produk binatang yang dilindungi. Termasuk di dalamnya seperti cakar macan dan gading gajah. Namun prakteknya, hampir sebagian besar barang yang diperdagangkan adalah barang palsu, seperti diberitakan The Daily Beast.

Adapun Mong La juga mempunyai Drug Eradication Museum atau yang juga disebut Opium Free Zone Museum, serta Pagoda Dway Nagara yang dapat dikunjungi secara cuma-cuma.

Intinya, Kota Mong La yang terletak di perbatasan Myanmar dan Tiongkok bisa disebut bermasalah. Ketiadaan aturan dan maraknya praktik usaha yang tidak sehat menjadikan Mong La seakan menjadi 'Sin City' yang tidak terjamah hukum.

(Sri Anindiati Nursastri/Sri Anindiati Nursastri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads