Kisah Masjid Raksasa di Bukit Camlica, Istanbul

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Turki

Kisah Masjid Raksasa di Bukit Camlica, Istanbul

Sudrajat - detikTravel
Selasa, 30 Jun 2015 09:40 WIB
Kisah Masjid Raksasa di Bukit Camlica, Istanbul
Rancangan Masjid Camlica (Reuters)
Istanbul - Kota Istanbul di Turki adalah pertemuan Eropa dan Asia yang dibelah Sungai Bosphorus. Namun, aneka objek wisata di Istanbul kebanyakan ada di sisi Eropa. Sebuah masjid raksasa pun sedang dibangun di Istanbul sebelah Asia.

Selama 10 tahun memimpin pemerintahan Turki, Perdana Menteri Turki Reccep Tayyip Erdogan tergolong berhasil. Ia dipuji karena berhasil membenahi transportasi terpadu antarkota, membangun pemukiman bagi warga miskin, dan meningkatkan disiplin warga untuk menjaga kebersihan.

Tapi semua itu rupanya tak cukup. Erdogan yang dalam pemilu dua pekan lalu harus bertukar posisi menjadi Presiden Turki, juga ingin meninggalkan warisan bersejarah lainnya. Seperti ingin mengikuti jejak Sultan Mehmet yang membangun Masjid Biru, sejak November lalu Erdogen mencetuskan rencana membangun masjid terbesar di Turki bagian daratan Asia. Lokasi persisnya di atas Bukit Camlica.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat detikTravel berada di Istanbul awal Juni 2015 kemarin, dari atas jembatan Selatan Bhosporus tampak beberapa tiang pancang sudah terlihat menjulang di beberapa titik di Bukit Camlica. Sayang, gambar hasil bidikan kamera detikTravel dari atas jembatan tak terlalu sempurna.

"Erdogan memang ingin daratan Asia pun punya masjid yang membanggakan seperti di sisi daratan Eropa," kata Enver Yilman, 61 tahun, warga Istanbul yang beristerikan Fardal Dalle Yilman asal Toraja, Sulawesi Selatan.

Bukit Camlica menjulang sampai pada ketinggian 934 mdpl. Dari bukit tertinggi ini detikTravel dan rombongan wisata religi Franchise Gathering Zoya dapat menikmati kemolekan panorama Kota Istanbul di wilayah Asia dan Eropa yang dipisahkan oleh Selat Bhosporus dengan lebih leluasa. Di beberapa titik juga tersedia teleskop yang biasa digunakan dengan membayar beberapa koin Lira Turki.

Meski cahaya mentari menyorot terik, suhu di bukti ini terasa dingin seperti di Puncak, Bogor. Ibu-ibu yang mendominasi rombongan Zoya maupun para suami dan beberapa anak mereka terlihat lebih ceria, meski harus berjalan kaki mendaki bukit sekitar 200 meter dari area parkir bus.

Di atas bukit Camlica ini terdapat beberapa bangunan dan taman cukup luas. "Ini merupakan tempat peristirahatan para sultan dan keluarga," kata Mehmet Cemili salah satu pemandu wisata rombongan Zoya.

Setelah menjadi objek wisata sejarah, taman-taman ini dilengkapi dengan puluhan kursi dan meja. Di situ para traveler dapat duduk-duduk bersantai sambil menikmati kopi atau teh berikut roti khas Turki yang dijual di lokasi tersebut.

(alx/Azhari Harahap)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads