Di Malaysia, ada masjid tertua yang berdiri di Kelantan. Tidak diketahui angka tahun yang pasti, tapi masjid ini diperkirakan telah berdiri dari abad ke-16. Namanya adalah Masjid Kampung Laut.
Uniknya, masjid ini punya kemiripan dengan Masjid Agung Demak di Demak. Atapnya berbentuk limas dan bertingkat. Ditambah, bangunannya dominan dari kayu yang merupakan ciri khas dari bangunan masjid Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemiripan lainnya adalah bangunannya yang memiliki banyak pintu. Kemudian ada atap limas kedua untuk area serambi masjid. Silakan bandingkan fotonya dengan foto Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Cirebon di bagian bawah artikel ini.
Penelurusan detikTravel, Rabu (8/7/2015) penelitian ilmiah terkait arsitektur dan sejarah pernah dilakukan Ahmad Sanusi Hassan dari Universiti Sains Malaysia dalam International Transaction Journal of Engineering, Management & Applied Sciences & Technologies. Dia menyebutkan, masjid tersebut dibangun oleh penyebar Islam di generasi yang sama dengan Wali Songo.
Penyebar agama Islam berasal dari Kerajaan Demak yang diduga kuat para Wali Songo itu sendiri. Mereka membangun masjid tersebut di Kelantan dalam persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke Champa di delta Sungai Mekong yang sekarang adalah Vietnam dan Kamboja. Kerajaan Champa dan Kerajaan Demak memiliki hubungan yang dekat satu sama lain.
Dalam literatur lain disebutkan wali yang dimaksud adalah Sunan Giri dan Sunan Bonang. Singkat cerita, mereka membangun masjid ini di Kampung Laut, tepatnya di bantaran Sungai Kelantan. Masjid Kampung Laut berdiri tegap di bantaran sungai sampai tahun 1966.
Namun, bencana banjir bandang pernah merendam masjid. Pondasi masjid pun digerus erosi sungai. Untuk menyelamatkan masjid bersejarah ini, pemerintah Malaysia merelokasi masjid ini ke pinggir Kota Bharu, 18 km dari lokasi aslinya dahulu di bantaran sungai.
Masjid Kampung Laut kini beralamat di Jalan Kuala Krai, Nilam Puri, Kelantan. Masjid ini berada di dalam kampus Sultan Ismail Petra International Islamic College.
Wisatawan yang ingin menikmati jejak wisata Wali Songo di Malaysia, bisa datang langsung karena masjid ini terbuka untuk pengunjung umum di luar mahasiswa. Penasaran ingin melihat langsung?
(shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru