Aneh Bin Ajaib, Mumi 500 Tahun di India Masih Punya Gigi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Aneh Bin Ajaib, Mumi 500 Tahun di India Masih Punya Gigi

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 23 Jul 2015 19:30 WIB
Aneh Bin Ajaib, Mumi 500 Tahun di India Masih Punya Gigi
Mumi Tenzin Sangha di India (Neelima Vallangi/BBC Travel)
Spiti -

Bukan hanya di Mesir, tapi mumi juga ada di India. Bedanya, mumi di India tidak diperban dan ada di dalam peti mati. Mumi di India ini posisi tubuhnya duduk, masih punya rambut dan masih punya gigi padahal sudah 500 tahun!

Seperti ditengok detikTravel dari situs BBC Travel, Kamis (23/7/2015) reporter BBC Travel Neelima Vallangi melancong ke wilayah Spiti di kawasan Himachal Pradesh yang berada di Pegunungan Himalaya, India bagian utara. Kawasan ini merupakan perbatasan dengan Tibet.

"Saya tidak akan memberitahumu apa yang ada di sana. Kamu harus melihat sendiri agar percaya. Kamu benar-benar akan terkejut," kata Suraj, pemandu wisata asli India

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pagi hari yang dingin tersebut, Suraj mengajak Vallangi untuk mendatangi desa kecil bernama Gue. Bukan main terkejutnya Vallangi ketika Suraj memperlihatkan suatu kotak kaca besar yang di dalamnya berisi... mumi!

Vallangi selama ini mengira, mumi merupakan jenazah yang diawetkan dengan cara dibalsem dan diperban selayaknya mumi-mumi di Mesir. Namun apa yang ada di depan matanya, adalah mumi yang kulitnya berwarna hitam seperti gosong, berbadan kurus, mulut yang terbuka dan posisi duduk dengan satu kaki yang naik dan kepalanya bersandar di dengkulnya. Belum lagi, muminya juga masih memiliki beberapa helai rambut dan masih punya gigi.

"Dia tampak seolah seperti manusia yang hidup," begitu kata Vallangi saat mengamati muminya.

Vallangi benar-benar merasa takjub sekaligus terheran-heran. Dicarilah informasi lebih mendalam tentang muminya dan ternyata, mumi itu sudah berusia 500 tahun!

Mumi itu dulunya merupakan seorang biksu Buddha bernama Tenzin Sangha yang hidup di abad ke-15. Seperti biksu-biksu lain di zamannya, mereka akan mengakhiri hidup dengan cara mumifikasi, yakni menjadi mumi dengan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Vallangi pun lantas menonton film dokumenter, 'The Mystery of Tibet Mummy' yang dibuat oleh Profesor Victor H Mair dari bagian Museum Arkeologi dan Antropologi di University of Pennsylvania, AS. Di film dokumenternya, dibahas tentang proses mumifikasi yang dilakukan oleh biksu-biksu di Tibet pada zaman dulu.

Usut punya usut, ternyata proses mumifikasi yang ada di Tibet dan di Jepang benar-benar mirip. Di Jepang pada abad ke-11 sampai 19, biksu-biksu setempat juga mengakhiri hidup menjadi mumi yang dikenal dengan nama Sokushinbutsu (penjelasan lengkapnya bisa dibaca di sini).

Kembali ke mumi Tenzin Sangha, pertama dia akan melakukan diet ketat. Sekitar 10 tahun lamanya, dia hanya makan kacang-kacangan dan rempah-rempah yang akan menguras lemak di badannya sampai habis.

Belum selesai, dia pun memakan kacang-kacangan beracun dan getah pohon lacquer yang juga beracun untuk membuatnya muntah. Serta, membuat tubuhnya dan menjadikan tubuhnya tidak akan dimakan serangga karena memiliki kandungan racun yang tinggi. Kemudian, Tenzin Sangha melakukan meditasi dengan cara diikat sabuk yang menjaga proses tubuhnya tetap duduk dan seperti yang dia mau.

Pada saat dia meninggal, tubuhnya yang tanpa lemak akan menyusut dan kering. Bentuk badannya yang duduk pun, anehnya tetap terjaga serta tidak mengalami pembusukan. Jadilah Tenzin Sangha, menjadi mumi.

Proses menjadi mumi secara alami inilah, yang membuat bentuk tubuh Tenzin Sangha masih bagus dan masih memiliki rambut serta gigi. Mereka, para biksu Buddha dari Tibet tidak memakai ramuan sama sekali dalam proses menjadi mumi.

Hingga kini, belum ada penjelasan memuaskan mengapa mereka mengakhiri hidup dengan menjadi mumi. Ada yang bilang sebagai tingkatan tertinggi pada derajat biksu. Atau, ada juga pendapat yang bilang kalau mereka memang mau bermeditasi sampai akhir hayatnya.

Mumi Tenzin Sangha yang berusia 500 tahun ini, pertama kali ditemukan di tahun 1975. Sebenarnya, ada banyak mumi biksu Buddha dari Tibet yang ditemukan di sepanjang perbatasan India dan Tibet. Sayang, karena penjarahan budaya yang dilakukan bangsa-bangsa lain dan adanya Revolusi Kebudayaan China membuat mumi-mumi di sana hancur serta dicuri dan dijual di pasar gelap.

Mumi Tenzin Sangha merupakan salah satu yang selamat dan masih terjaga hingga kini. Lokasi Desa Gue yang terpencil, dirasa merpakan lokasi yang paling aman untuk menyimpannya. Barangkali, suatu hari Anda bisa datang ke sana dan melihat mumi 500 tahun yang masih punya gigi ini dari dekat.

(aff/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads