Hotel Crypt bukanlah hotel yang biasa Anda temui. Karena di sini, wisatawan akan tidur atau duduk santai di peti mati, berada di ruang bawah tanah yang pernah jadi tempat tinggal bagi jenazah Monsignor Thomas Wallace.
Wallace ini sendiri merupakan pendeta pertama di Gereja St Joseph di Lewiston, Maine. Saat hidup, ia merasa begitu jatuh cinta dengan gereja tersebut sampai-sampai berpesan untuk dimakamkan di sana. Ditengok dari situs resmi Hotel Crypt, Senin (3/8/2015), dibangunlah ruang bawah tanah lengkap dengan area pemakaman di mana ditempatkan peti mati Wallace di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam kamar bawah tanah tersebut, tersedia aneka bacaan horor, lengkap dengan film horor yang terkenal pada tahun 90'an. Ditambah, tempat santainya adalah peti mati yang dilengkapi dengan kasur serta bantal dan selimut yang empuk.
Di ruang kecil itulah tempat Wallace pernah bersemayam selama lebih dari seratus tahun. Mungkin Anda masih bisa merasakan jiwa Wallace yang begitu cinta tempat ini. Jangan aneh jika mengalami beberapa hal yang aneh.
Belum puas jika hanya tinggal di ruang tersebut, bisa juga ambil paket Last Meal yang disajikan pada tengah malam. Menunya tersedia dari vegetarian sampai pemakan segala. Namun jika ingin membangkitkan suasana ngeri pilihlah steak yang sengaja dibuat bertema mistis.
Karena masalah kesehatan, mungkin juga karena terlalu seram, tamu yang menyewa kamar ini hanya bisa tinggal dari pukul 21.00 sampai 02.00 waktu setempat. Selebihnya, mereka bisa menginap di Inn at the Agora yang nyaman.
Belum puas dengan keseraman yang tersaji di sana? Anda bisa mengikuti paket Haunted Tour ke rumah Stephen King dan area Bangor, Maine yang terkenal misterius.
Untuk menginap di The Crypt, Anda bisa membayar USD 290 (Rp 3,9 juta) saat low season dan USD 410 (Rp 5,5 juta) pada high season. Jika ingin menginap di sini, wisatawan harus memesan kamar juga di Inn at the Agora. Sedangkan untuk paket tur misteri bisa dipesan dengan harga USD 80 (Rp 1 juta). Terakhir, jika ingin memesan paket Last Meal bisa dengan harga USD 140 (Rp 1,8 juta).
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama