Kisah Bunker Rahasia di Latvia Ala Film Mata-mata
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kisah Bunker Rahasia di Latvia Ala Film Mata-mata

Kurnia Yustiana - detikTravel
Senin, 10 Agu 2015 18:05 WIB
Kisah Bunker Rahasia di Latvia Ala Film Mata-mata
Bunker rahasia di Ligatne, Latvia (bunkurs.lv)
Ligatne -
Kisah film mata-mata macam Mission Impossible seru ditonton karena bertebaran alat canggih dan penyamaran. Nah dalam kenyataannya, di Latvia juga ada bunker rahasia yang disamarkan menjadi sanatorium dan kini jadi objek wisata.
Saat Perang Dingin berlangsung, banyak negara yang membuat bunker rahasia untuk tempat berlindung dari serangan bom nuklir. Di Latvia, yang sempat menjadi bagian Uni Soviet, bunker rahasianya dibangun di bawah sebuah sanatorium.

Di Ligatne, Latvia dibangun sebuah sanatorium untuk pusat rehabilitasi pasien dengan penyakit tertentu. Tak ada yang terlihat aneh dengan sanatorium itu. Tapi sebenarnya bangunan itu didirikan untuk menyembunyikan bunker rahasia di bawahnya.

Ditengok detikTravel dari situs resminya, Senin (10/8/2015) Bunker Ligatne dibangun tahun 1980-an di bawah Sanatorium Ligatne. Bunker ini berada di kedalaman sekitar 9 meter dari permukaan tanah, dengan luas mencapai 2.000 m2 dan mampu menampung 250 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bunker tersebut didirikan untuk tempat perlindungan para petinggi Uni Soviet, karena pada waktu itu Latvia memang menjadi bagian dari Uni Soviet. Jadi, jika tiba-tiba ada serangan nuklir, para mereka bisa kabur ke dalam bunker.

Selain bunker, ada juga 2 landasan helikopter yang disamarkan menjadi kolam renang dan lapangan basket di depan sanatorium. Semuanya didesain sedemikian rupa agar tetap tersembunyi dari musuh. Bahkan para petugas di sanatorium tidak mengetahui keberadaan bunker dan landasan helikopter di sana.

Hingga Perang Dingin berakhir dan Uni Soviet pecah, Bunker Ligatne masih utuh dan menjadi milik negara Latvia. Setelah beberapa tahun terbengkalai, bunker akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 2003. Wisatawan pun boleh masuk ke dalam bunker.

Selama berkunjung ke area bunker, wisatawan bisa melihat berbagai benda yang berkaitan dengan Perang Dingin dan Uni Soviet. Misalnya peralatan telekomunikasi yang dulunya bisa dipakai untuk menghubungi Moskow di Rusia secara rahasia, buku yang ditulis oleh Marx, Lenin dan politisi Soviet lain, hingga kantin yang menjual menu sejak era Uni Soviet.

(krn/Aditya Fajar Indrawan)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads