Saat ini, komputer lebih dikenal sebagai alat yang super ringkas. Tinggal dicolok ke soket listrik kemudian di shutdown bila selesai mengunakan.
Akan tetapi, di Museum Sejarah Komputer, Mountain View, California, AS, segala sesuatunya menjadi tidak semudah itu. Walau sebenarnya, tetap dihadirkan dalam display yang menghibur dan menyenangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya dalam bentuk komputer desktop yang dikenal, melainkan berbagai bentuk lain seperti komputer keperluan NASA dan sonar laut kapal selam. Semua disajikan secara multimedia sehingga pengunjung mampu merasakan emosi dan gairah perjalanan komputer dari masa ke masa.
Yang paling menarik yakni komputer pertama di dunia yang dibuat tahun 1834. Tidak salah ketik? Tidak. Komputer sebesar lemari pakaian yang diberi nama The Babbage Engine ini memang dibuat jauh sebelum abad ke-20.
Hanya saja, waktu itu mesin kalkulator yang dibuat oleh Charles Babbage (1791-1871) tidak berfungsi atau gagal. Tetapi pada tahun 1991, sejumlah pakar komputer berhasil mengoperasikan Babbage Engine dan membuktikan inovasi Charles Baggage tidak keliru.
Koleksi lain yang menyita perhatian yakni Apple generasi pertama seperti Apple 1 hingga Apple Lisa. Termasuk koleksi software Apple MacPaint 1,3, salah satu perintis software grafis yang terus disempurnakan.
Setidaknya butuh waktu 2 hingga 3 jam untuk menyelesaikan tur museum bila ingin melihat satu persatu koleksi. Maklum, total koleksinya mencapai ribuan yang terpilah dalam 20 bilik pameran. Paviliun pertama merupakan sejarah awal komputer kemudian berlanjut seiring waktu hingga yang terkini di bilik ke 20. Tiket sebesar USD 15 menjadi tidak sia-sia.
Perubahan cepat dari masa ke masa tersebut yang disebut Computer History Museum sebagai Revolusi, sebuah tagline yang ditulis besar-besar di pintu utama. Tertarik ke sana?
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?