Maestra Peace, salah satu mural paling ikonik di sebuah bangunan Womens Building di 18th Street, Mission District, San Francisco. Mural yang dikerjakan oleh tujuh seniman perempuan dunia pada 21 tahun lampau itu masih terlihat cantik dan tidak pudar. Warna-warnanya sangat kontras dengan tema sosial, budaya hingga pesan religius.
Setiap turis yang sengaja atau kebetulan melintas dipastikan bakal menghentikan langkah dan melihat takjub. Saat detikTravel menyambangi Maestra Peace, mereka memperhatikan seksama seakan melihat lukisan di galeri seni sungguhan. Kemudian berbisik, membuat diskusi dan mencoba mengkurasi serta menyelami dengan caranya sendiri-sendiri. Kemudian mengakhiri dengan manggut-manggut sebelum berfoto di depannya sekadar tanda mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Maestra Peace, ratusan mural bertebaran di seantero distrik. Temanya apa saja namun kebanyakan berisi protes sosial, pesan budaya atau sejarah dan tradisi di tempat tersebut. Gaya yang dihadirkan juga bermacam-macam dari yang klasik, pop art maupun kontemporer.
Apapun itu, yang menarik adalah pilihan warna yang dipergunakan, hitam-putih, pastel atau menabrakkan warna-warna primer dengan enerjik dan eksperimental. Bagi orang awam, sangat cocok menjadi background untuk tempat berfoto-foto lantaran warnanya yang berani tersebut.
Menuju ke Mission Distrik tidaklah sulit. Beberapa rute bus Muni Metro melewati kawasan ini yakni nomor 22,33,48 dan 24. Atau bisa menumpang kereta bawah tanah BART dan berhenti di stasiun Mission yang berada persimpangan jalan Mission dan 16th Street. Persimpangan ini menjadi salah satu titik pusat kota mural tersebut. Jika hendak berjalan kaki, pastikan sepatu nyaman dan kondisi tubuh fit lantaran jalanan naik turun khas kota perbukitan San Francisco.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Wisata Korea Tak Lagi Terpusat di Seoul, Kini Wilayah Lain Mulai Dilirik Turis