Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 25 Sep 2015 15:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Wisata Kuliner Ekstrem di Beijing, Makan Sate Kalajengking!

Dhani Irawan
detikTravel
Sate kalajengking di Beijing (Dhani/detikTravel)
Beijing - Wangfujing Street di Beijing, China populer dengan pedagang yang menjajakan aneka kuliner ekstrem. Dari sate kalajengking sampai bintang laut, semua dijual di sini.

Tak lengkap rasanya apabila berkunjung ke suatu daerah tanpa menjajal kulinernya. Bahkan terkadang ragam kuliner yang aneh dan tak masuk akal bisa jadi daya tarik tersendiri dari suatu daerah.

Ketika detikTravel mengunjungi Beijing atas undangan peluncuran produk HP pada 21-23 September 2015. Dengan waktu senggang yang ada, pilihan untuk berwisata kuliner pun menjadi opsi yang masuk akal.

Dan pilihan untuk menjajal kudapan ekstrem pun jatuh dengan melangkahkan kaki menuju ke Wangfujing Street di daerah Dongcheng, Beijing. Di lokasi itu terdapat kuliner ekstrem seperti sate kalajengking dan sate bintang laut yang bisa ditemui ketika hari sudah petang.

Untuk mencapai lokasi itu pun cukup mudah karena berada di pusat kota Beijing. Cara yang paling gampang dan murah yaitu dengan menumpang Beijing Subway yang stasiunnya bisa ditemui di tiap perempatan jalan.

Tak perlu menunggu lama karena kereta tiba setiap 6 menit sekali. Dari lokasi detikTravel yang menginap di China World Hotel di Guomao, maka pilihan subway Line 1 bisa digunakan dengan melewati 4 stasiun hingga mencapai Stasiun Wangfujing.

Lokasi jajanan ekstrem itu berada di sebuah jalan sepanjang sekitar 500 meter dengan pedagang yang berjualaan di sisi kanan dan kiri. Jangan kaget karena kuliner yang dijajakan pasti membuat dahi mengernyit.

Ada sate bintang laut, sate kalajengking, sate kumbang, sate tokek dan beragam kuliner aneh lainnya. Namun saat itu pilihan jatuh pada sate kalajengking yang sempat membuat bulu kuduk merinding.

Bayangkan saja, kalajengking yang disajikan masih bergerak-gerak meski ditusukkan pada sebatang lidi. Nantinya kalajengking itu akan digoreng lebih dulu sebelum disajikan kepada pembeli.

Rasa kalajengking goreng itu sendiri sebenarnya tak ubahnya seperti udang kecil yang digoreng kering. Bagian ekor kalajengking bisa langsung dimakan karena bisanya sudah dihilangkan.

Tekstur kalajengking itu sangat renyah dan gurih. Sebelum disajikan biasanya penjual akan menaburi kalajengking goreng itu dengan sedikit garam untuk menambah cita rasa.

Gigitan pertama di bagian ekor langsung terasa bahwa kalajengking itu seperti udang. Namun sampai di bagian perut hewan delapan kaki itu agak pahit tetapi masih lumayan bisa diterima di lidah.

Meskipun awalnya detikTravel ragu-ragu tetapi akhirnya 3 ekor kalajengking yang dihargai 25 Yuan atau sekitar Rp 57 ribu itu tandas tak bersisa. Pilihan berikutnya yaitu sate bintang laut yang dihargai 20 Yuan atau sekitar Rp 46 ribu.

Rasanya sendiri tak ubahnya seperti kerupuk dengan tekstur yang renyah. Namun sayangnya minyak yang digunakan untuk menggoreng sepertinya sudah sangat buruk. Terbukti dari warna kehitaman minyak yang tentunya berpengaruh pada rasa dari bintang laut itu.

(krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA