Menyusuri Jaringan Kanal Tertua di Belanda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Belanda

Menyusuri Jaringan Kanal Tertua di Belanda

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Jumat, 16 Okt 2015 15:55 WIB
Canal Boat Excursion di Utrecht, Belanda (Sastri/detikTravel)
Utrecht - Sebagai kota peninggalan Romawi, Utrecht di Belanda punya jaringan kanal tua berusia ribuan tahun. Traveler bisa naik kapal menyusuri kanal-kanal ini, serta mengetahui sejarah menarik soal kota cantik ini.

Kebanyakan turis Indonesia yang berkunjung ke Belanda hanya 'mentok' di Amsterdam. Padahal, banyak tempat menarik di sekitar ibukota Negeri Kincir Angin itu yang layak dikunjungi. Tak hanya desa wisata Volendam, tapi juga Kota Utrecht yang cantik.

Utrecht terletak 43 Km dari Amsterdam, hanya 20 menit perjalanan naik train. Meski dekat, atmosfer Kota Utrecht sangat berbeda dengan Amsterdam. Kota ini lebih kecil, lebih rileks, dan penuh tempat bersejarah. Tak lain karena Utrecht pernah diduduki bangsa Romawi, kemudian menjadi denyut nadi perdagangan pada masa East India Company alias VOC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanal di Utrecht juga berbeda dengan Amsterdam. Jaringan kanal di kota kecil ini dibangun oleh bangsa Romawi sekitar 2.000 tahun silam, membuatnya menjadi jaringan kanal tertua di Belanda. Kanal yang menduduki posisi paling vital bernama Oudegracht, yang terletak persis di tengah kota.

Di ujung Oudegracht, tepat berbatasan dengan jalan raya, adalah titik dimulainya Canal Boat Excursion dari Schuttevaer. Perusahaan kapal itu menawarkan tur keliling kanal-kanal di Kota Utrecht, tak hanya Oudegracht tapi juga Nieuwegracht alias kanal baru.

detikTravel ikut Canal Boat Excursion saat kunjungan ke Utrecht beberapa waktu lalu. Dengan membayar 9,95 Euro (sekitar Rp 155.000) per orang, Anda akan dibawa berkeliling kanal selama 1 jam. Tur dimulai pukul 11.00 waktu setempat. Seorang pemandu akan memberikan informasi selama perjalanan.

Awal musim gugur, daun-daun sudah mulai berguguran. Suhu siang itu sekitar 15 derajat Celcius, namun matahari bersinar cukup terik sehingga para peserta tur tak terlalu merasa kedinginan. Tur pun dimulai, pemandu menjelaskan tentang 'wharves' alias ruang penyimpanan yang berada di kedua sisi Oudegracht.

"Wharves ini dulu digunakan sebagai tempat menyimpan barang dagangan. Sangat ramai, terutama saat East India Company mencapai masa kejayaannya," tutur sang pemandu.

Kerennya, ratusan 'wharves' yang berderet itu tak lantas terbengkalai. Banyak 'wharves' yang kini menjadi restoran, bar, bahkan bioskop.

Dalam perjalanan kapal dari Oudegracht menuju Nieuwegracht, traveler akan mendapat informasi seputar tempat dan bangunan-bangunan bersejarah. Anda akan melewati Railway Museum (Spoorwegmuseum), The Music Box and Street Organ Collection (Van speelklok tot pierement), The Astronomical Observatory (Sterrenwacht de Sonnenborgh), juga tentunya Dom Tower yang merupakan menara gereja tertinggi di Belanda.

Atmosfer di Nieuwegracht sangat berbeda dengan Oudegracht. Kanal baru ini diapit taman-taman cantik serta air mancur. Meski waktu itu beranjak siang, banyak warga yang berolahraga lari atau berjalan santai dengan hewan peliharaan. Deretan pohon rindang membuat kawasan ini begitu sejuk dan nyaman dipandang.

Tur berakhir di tempat yang sama dengan titik start. Selain tur biasa, traveler juga bisa ikut tur khusus dari Schuttevaer seperti Lunch Tour, Bitterballen and Beer Tour, sampai Pizza Tour. Tak boleh terlewat saat berkunjung ke Kota Utrecht!

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads