detikTravel beberapa waktu lalu berkunjung ke tiga kota besar di Jepang, yakni Tokyo, Osaka dan Hiroshima. Perjalanan ke kota-kota tersebut pun ditempuh naik kereta JR yang merupakan singkatan dari Japan Railways dan Shinkansen.
Kereta memang menjadi moda transportasi favorit bagi masyarakat Jepang, karena harga yang terjangkau dan tepat waktu. Apalagi, naik kereta di sana benar-benar nyaman karena bersih dan tertib!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat menunggu kereta, di pinggir peron juga sebelas dua belas. Tidak ada bungkus-bungkus makanan atau pun putung rokok yang berserakan. Benar-benar bersih, padahal setiap harinya stasiun-stasiun di Jepang dipadati puluhan juta orang!
Mengapa bisa begitu? Ada dua jawabannya. Pertama, masyarakat Jepang sudah sadar akan kebersihan. Bagi mereka, kebersihan merupakan salah satu kebanggaan untuk dirinya serta untuk kotanya. Mereka akan benar-benar malu jika membuang sampah sembarangan dan kotanya jadi kotor, termasuk di stasiun kereta.
Jawaban kedua, tempat sampah tersedia dengan jumlah yang banyak. Tempat sampahnya bukan hanya organik dan non organik saja, tapi dibagi sampai 6 jenis sampah seperti di antaranya, sampah kering, sampah basah bekas bungkus makanan, sampah botol minuman sampai sampah untuk koran atau majalah yang sudah tidak dibaca.
Berikutnya, soal ketertiban di stasiun kereta di Jepang. Jika jam kerja, stasiunnya memang dijejali banyak orang yang mau bekerja. Namun seramai-ramainya orang di stasiun, mereka masih bisa tertib.
Mereka begitu menjaga budaya antre dan rela berdiri berjam-jam demi mendapat giliran. Sama halnya dengan naik atau turun dari kereta. Orang-orang yang menunggu masuk ke kereta tidak akan masuk sampai orang-orang yang mau turun sudah turun. Orang-orang yang menunggu tersebut pun tidak berdiri di depan pintu kereta, melainkan di pinggirnya agar orang-orang yang turun tidak kesusahan.
Walau begitu, orang-orang yang mau turun dari kereta juga sadar diri. Mereka sudah siap berdiri di pintu kereta, ketika kereta hendak tiba di stasiun. Begitu pintu dibuka, semua langsung turun. Bukannya kereta sudah sampai stasiun, terus baru beranjak dari kursi.
Kebersihan dan ketertiban di stasiun-stasiun kereta di Jepang tidak hanya dinikmati masyarakatnya saja, melainkan juga dinikmati oleh turis. Turis merasa lebih nyaman jalan-jalan naik kereta sekaligus bisa mengirit budget.
Karena kebersihan dan ketertibannya juga, turis tidak akan berani berbuat seenaknya di stasiun kereta. Bagaimana mau buang sampah sembarangan, kalau memlihat stasiunnya sudah kinclong begitu.
Traveling bukan hanya soal destinasi alam dan budaya saja. Di Jepang, kebersihan dan ketertiban baik di stasiun kereta dan jalan raya dapat menjadi pelajaran berharga yang bisa traveler bawa pulang ke negaranya.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama