Tak hanya Indonesia, Australia juga punya monumen yang ditujukan untuk mengenang jasa pahlawan. Australian War Memorial terletak di Canberra, ibukota Australia, dan menjadi destinasi wisatawan.
Pemerintah Australia memiliki cara tersendiri menghormati dan mengenang jasa pahlawan yang gugur saat menjalankan tugas. Untuk mengenal dan menginformasikan sejarah para pahlawan asal Australia dari Perang Dunia 1 hingga misi-misi di berbagai negara, pemerintah Australia membangun museum modern bernama Australian War Memorial. Lokasinya berada satu garis lurus dengan Parliament House di Canberra.
Steve, petugas Australian War Memorial, menjelaskan fungsi dari museum ini. Pemerintah Australia ingin mengenang dan menggambarkan perjuangan para pahlawan Australia kepada warganya saat terlibat misi perang hingga penanganan konflik di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tulisan itu menggambarkan perang dan misi yang pernah dijalani Australia seperti Konfrontasi Malaysia dan Indonesia di Borneo, Perang Dunia 1 dan 2, kemudian Perang Irak, Afganistan dll. Australia pernah mengirim pasukan perdamaian tahun 1947 ke Indonesia untuk mendukung transisi setelah Belanda meninggalkan Indonesia," kata Steve di Australian War Memorial, Canberra, Sabtu (14/11/2015).
Steve juga menjelaskan nama-nama pahlawan yang gugur di setiap misi. Nama pahlawan Australia terpahat di dinding Australian War Memorial.
"Ini meningat nama pahlawan pria dan wanita yamg meninggal. Nggak semua yang meninggal adalah kelahiran Australia, namun ada kelahiran luar tapi tercatat sebagai tentara Australia," jelasnya.
Di bagian gedung berkubah terpahat lukisan masing-masing prajurit dari setiap kesatuan. Australia juga memasukkan gambar perawat yang berjasa mendukung setiap misi.
Steve juga sempat menunjukkan bagian api abadi di tengah gedung. Api tersebut menggambarkan simbol semangat dan jasa dari para pahlawan yang telah gugur. Usai mendengarkan penjelasan singkat dari Steve, detiktravel yang ditemani oleh seorang petugas KBRI berkeliling area gedung. Saat memasuki area dalam gedung, petugas sama sekali tidak memungut biaya.
"Tapi tolong kalau bawa tas dititipkan atau yang bawa tas untuk digendong menghadap ke depan," intruksi seorang petugas.
Sambil membawa peta, pengunjung bisa melihat perpaduan teknologi hingga peninggalan perang untuk menggambarkan sejarah Perang Dunia 1 hingga misi terbaru di Timur Tengah yang pernah diikuti oleh prajurit Australia.
Ada diorama prajurit Australia di setiap pertempuran. Sambil menyusuri museum, beberapa pengunjung terlihat asik duduk sambil melihat video aktivitas para prajurit di berbagai misi. Berbagai peralatan tempur terbaru hingga lawas seperti senjata, amunisi, pakaian perang, pedang, helikopter, pesawat, tank hingga bagian kapal perang dipajang di dalam dan ruang gedung. Permainan cahaya lampu, komputer hingga suara menambah rasa nyaman pengunjung untuk belajar sejarah perang dari Australia.
Bila bingung, setiap petugas siap membantu untuk memberikan informasi. Pengunjung museum sangat ramai karena bertepatan dengan libur akhir pekan. Tampak seorang anak bertanya kepada sang ayah tentang gambar dan patung di dalam museum.
Di dalam gedung terdapat fasilitas kafe hingga toilet super bersih. Tak terasa, 30 menit berkeliling di dalam area Australian War Memorial. Di akhir perjalanan, pengunjung bisa membeli suvenir tentang Australian War Memorial yang berada di pintu keluar.
Museum dibuka setiap hari dari 10.00 sampai 17.00 waktu setempat. Tidak ada biaya untuk berkunjung di Australian War Memorial. Meski demikian, pengunjung bisa memasukkan uang secara sukarela pada kotak donasi di pintu utama gedung.
Sebelum meninggalkan Australian War Memorial, pengunjung bisa berfoto di depan museum dengan latar taman berwarna merah dan gedung Parliament House.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah