Brisbane sebagai ibukota Queensland, Australia, tidak hanya menjadi destinasi wisata belanja. Brisbane menawarkan petualangan dengan mendayung kayak di Brisbane River.
detikTravel diajak Tourism Queensland menjajal naik kayak di Brisbane, pada Minggu (6/12/2015) kemarin. Operator yang kami pilih adalah Riverlife Adventure Centre.
Riverlife adalah operator wisata petualangan di tengah Kota Brisbane. Iya, jangan salah. Di pusat Kota Brisbane, tepatnya di tepi Sungai Brisbane ada beberapa spot yang asyik buat urban adventure.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisatawan di Riverlife Adventure Centre (Fitraya/detikTravel)
Tidak heran jika 2 aktivitas utama yang ditawarkan Riverlife adalah panjat tebing dan kayaking. Selain itu Riverlife menyewakan sepeda, roller blade dan segala perlengkapan keamanannya.
Nah, yang saya coba adalah naik kayak. Ini adalah pengalaman pertama saya. Semua barang berharga ditaruh di loker, karena naik kayak artinya siap-siap basah. Kemudian, instruktur memberi arahan cara naik ke kayak dan mendayung. Instruksi harus diperhatikan betul, salah-salah kayak bisa terbalik.
"Belajar naik kayak seperti belajar naik sepeda. Kalau melakukan hal konyol ya pasti terbalik," kata sang instruktur.
Naik kayak menyusuri Brisbane River (Greg Floyd/Tourism Queensland)
Rompi pelampung sudah dipasang kencang, sunblock dan kaca mata hitam juga siap untuk menangkis matahari. Kami pun siap naik ke kayak. Kayak tidak boleh diinjak. Pantat dulu yang naik ke kayak, baru diikuti kedua kaki. Hup! Saya naik ke kayak dengan lancar.
Dari dermaga yang menjadi pangkalan Riverlife, kami mendayung ke arah hulu menuju Maritime Museum. Mendayung ke arah hulu, artinya kita mesti siap tenaga ekstra karena melawan arus. Kayak kami kecil, yang pas untuk satu orang saja. Setiap kayak dilengkapi satu dayung dengan paddle di kedua ujungnya. Sehingga, kami bisa mendayung sisi kanan dan kiri.
Mendayung pun harus sambil memperhatikan dayungnya. Pastikan bagian yang lebar menyapu air, agar kayuhan kita bertenaga. Dayung disapu sampai ke arah samping tubuh sebelum diangkat dan ganti mendayung di sisi kiri.
Perahu besar lewat di samping detikTravel (Greg Floyd/Tourism Queensland)
Perlahan kami meninggalkan dermaga menuju ke hulu. Instruktur kami tampak rileks namun mendayung cepat sekali. Kami harus bersusah payah menyusulnya.
Selebihnya, kita bisa menikmati pemandangan kota. Sungai Brisbane berwarna coklat, namun bersih tanpa sampah. Di sisi kanan kami adalah pusat Kota Brisbane dengan aneka gedung pencakar langit. Di sisi kiri kami adalah Kangaroo Point dengan banyak aktivitas orang naik sepeda, panjat tebing dan main roller blade.
Tantangan kami adalah ketika ada kapal ferry sungai yang lalu lalang. Setiap kapal lewat, ia menimbulkan gelombang yang cukup besar buat kayak kami yang mungil ini. Wow! Wow! Saya berusaha menyeimbangkan kayak dari gelombang. Instruktur kami malah tertawa-tawa.
Perjalanan pulang dari Maritime Museum ka Riverlife jauh lebih gampang, karena kayak kami searah dengan arus sungai. Sedikit dayung dan kami sudah melaju. Saya lebih bisa menikmati suasana dari pada tadi.
Naik kayak adalah sport tourism yang seru (Greg Floyd/Tourism Queensland)
Sekitar satu jam kami bermain kayak hinga tengah hari. Turun dari kayak juga menjadi tantangan tersendiri. Satu tangan memegang tangga, sementara badan tetap menjaga keseimbangan kayak, satu tangan lagi memegang tambang untuk mengikat kayak.
Hup! Saya pun turun dari kayak tanpa terguling. Kayak diikat, dan selesailah petualangan menyusuri Sungai Brisbane, tepat saat perut mulai lapar untuk makan siang setelah membakar kalori.
Cara ke sana:
Riverlife Adventure Centre beralamat di Naval Stores, Kangaroo Point, Brisbane. Ongkos sewa kayak adalah AUD 45 (Rp 450 ribu) per orang untuk 1,5 jam. Mendayung kayak adalah aktivitas sport tourism yang asyik untuk dicoba di Brisbane!
(/)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru