Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Des 2015 17:53 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Jalan-jalan Seru Sehari di Maastricht, Belanda

Sri Anindiati Nursastri
Redaksi Travel
Foto: Sri Anindiati Nursastri
Foto: Sri Anindiati Nursastri
Maastricht - Maastricht adalah kota ujung selatan Belanda, berbatasan dengan Belgia dan Jerman. Kota ini punya banyak suguhan, dari wisata sejarah sampai belanja.

Meski berada di ujung selatan Belanda, sama sekali tak sulit untuk mencapai Maastricht. Anda tinggal naik Intercity Train dari kota-kota lainnya seperti Amsterdam, Utrecht, atau Den Haag dengan waktu tempuh maksimal 2 jam.

Tak sedikit traveler yang sengaja mengunjungi Maastricht di sela-sela kunjungan mereka ke Belanda. Bukan tanpa sebab, Maastricht punya banyak sekali keunikan dan suguhan untuk wisatawan.

Maastricht didaulat sebagai salah satu kota tertua di Belanda. Kota ini juga jadi destinasi mode populer di kalangan wisatawan. Dijuluki 'Paris-nya Belanda', Maastricht punya deretan toko yang menjual produk lokal sampai brand-deretan butik brand kenamaan dunia.

Oleh karena itu, destinasi yang bisa Anda kunjungi di Maastricht menjalar dari pertokoan sampai gua peninggalan ratusan tahun silam. Dihimpun detikTravel, berikut beberapa tempat keren di Maastricht yang bisa Anda kunjungi dalam 1 hari:


(Sastri/detikTravel)
1. Pagi: Dominicanen Library

Maastricht adalah salah satu kota pelopor disulapnya bangunan bersejarah menjadi tempat umum yang layak kunjung. Dominicanen Library misalnya, gereja peninggalan abad ke-13 yang kini menjadi toko buku, perpustakaan dan kuliner. Di dalamnya juga terdapat kafe untuk minum kopi dan mencicipi aneka pastry sambil membaca buku.

Gereja ini dibangun pada tahun 1294. Eksterior gereja itu masih sama seperti asli, terbuat dari batu kapur yang menghitam di beberapa bagian. Sama halnya dengan dinding bagian dalam. Bangunan ini bertahan sebagai gereja hingga pada 1794, Maastricht beserta kota-kota lainnya di Belanda diinvasi oleh Napoleon. Bangunan ini kemudian sempat difungsikan sebagai gudang, gedung arsip, bahkan area parkir khusus sepeda.

Kemudian, sekumpulan arsitek yang tergabung dalam Merkx + Girod 'menyulap' bagian dalam gereja ini menjadi toko buku sekaligus perpustakaan. Sebuah bangunan baru dibuat di dalam gereja, berupa rak buku raksasa yang terdiri dari 3 tingkat.

Buku dari berbagai genre ada di toko sekaligus perpustakaan ini. Bahkan di lantai 2, terdapat koleksi seputar musik mulai dari piringan hitam sampai CD. Pada 2008 situs berita Guardian mendaulatnya sebagai 'toko buku terbaik di dunia'!


(Sastri/detikTravel)
2. Jelang siang: Menara Gereja Saint John

Usai menyeruput kopi dan mencicipi pastry nikmat di Dominicanen Library, bertolaklah ke Vrijthof yang merupakan salah satu alun-alun di Kota Maastricht. Di sini terdapat Gereja Saint John yang dibangun pada 1632 dengan gaya arsitektur gothik yang kental.

Namun keunikan gereja ini tak hanya terletak pada sejarahnya. Seluruh bangunan gereja, termasuk menaranya terbuat dari batu kapur. Saking termakan usia, beberapa bagian dinding luar gereja tampak menghitam. Namun lain halnya dengan menara, yang menjulang tinggi dan berwarna merah.

Dari masa ke masa, menara gereja ini dicat merah agar tidak menghitam. Mereka menggunakan darah lembu yang dicampur semacam bubuk, dan melapisi temboknya secara rutin. Baru sejak 1982, beberapa bagian menara dilapisi pewarna sintetik untuk menjaganya agar tetap utuh.

Anda bisa naik tangga sampai galeri pertama, di ketinggian 43 meter. Namun Anda bisa memotretnya dari mana saja, karena menara ini bisa dilihat dari berbagai sudut Kota Maastricht.


(Sastri/detikTravel)
3. Siang: Reruntuhan Romawi di Hotel Derlon

Makan siang Anda di Kota Maastricht akan sangat berkesan. Ini karena sambil makan, Anda bisa mengagumi reruntuhan Romawi yang terletak di bawah tanah. Kota ini memang ditemukan oleh Bangsa Romawi, sekitar 2.000 tahun silam.

Restoran ini menempati lantai basement Hotel Derlon. Meski berada di area basement, restoran itu sangat nyaman sekaligus mewah. Di tengahnya terdapat lahan seluas sekitar 8x6 meter, penuh reruntuhan bangunan Romawi.

Di pinggir restoran terdapat penjelasan tentang reruntuhan Romawi tersebut. Ada pula lukisan, foto dan sketsa peta Kota Maastricht di masa lampau. Lahan tersebut dibatasi oleh pagar kaca, sehingga pengunjung tidak bisa menyentuh atau berjalan di atasnya. Tiap reruntuhan diberi nomor dengan penjelasan di dinding kaca.

Sebelum masuk restoran, terdapat satu tembok peninggalan Romawi yang dipagari kaca. Anda bisa menikmati makan siang sambil menikmati peninggalan bersejarah dengan cara berbeda!


(Sastri/detikTravel)
4. Siang jelang sore: St Pietersberg Underground Caves

Usai makan siang, saatnya melihat peninggalan sejarah lainnya yang tak kalah mencengangkan. St Pietersberg Underground Caves adalah labirin bawah tanah yang digunakan dari zaman Romawi sampai Perang Dunia II. Ada 6.000 terowongan di dalamnya!

Gua ini terletak di kaki bukit St Pietersberg, tak jauh dari Kota Maastricht. Bersama pemandu, Anda akan memasuki pintu kecil dengan berbekal satu lampu minyak. Kondisi di dalamnya gelap gulita, dengan banyak sekali cabang, dan langit-langit setinggi 10 meter.

Suhu di dalam sini 11 derajat Celcius, stabil sepanjang tahun dan tak kenal musim. Oleh karena itu Anda bisa memasukinya di musim apapun. Tak ada cahaya, tak ada suara, tak ada sinyal ponsel. Sekarang gua ini membentang 70 kilometer dengan 6.000 lorong di dalamnya!

St Pietersberg Underground Caves adalah lanskap alam paling tersembunyi di Belanda, namun punya sejuta cerita dari berbagai zaman. Selain jalan kaki, turis yang datang berombongan juga bisa tur naik skuter (sepeda). Cara seru menjelajahi labirin bawah tanah dengan sistem yang luar biasa rumit.


(Sastri/detikTravel)
5. Sore: Belanja dari Stokstraat sampai Rechstraat

Maastricht dikenal sebagai fashion city-nya Belanda. Dari toko yang menjual produk lokal sampai brand-deretan butik brand kenamaan dunia, semuanya ada di city centre Maastricht. Ini berarti, wisata belanja yang disuguhkan Kota Maastricht bisa dijangkau dari semua kalangan.

Tak ada salahnya menghabiskan sore berjalan kaki di pusat Kota Maastricht. Belanja atau window shopping, sah-sah saja. Shopping lanes di Maastricht terbagi jadi beberapa kawasan. Stokstraat dan Rechtstraat misalnya, penuh deretan butik eksklusif seperti Hermes, Hugo Boss, Tommy Hilfinger, juga ZARA dan H&M. Kawasan Bredestraat penuh toko yang menjual produk lokal berkualitas, dari jaket, sepatu, sampai aksesori.

Anda yang punya cukup bujet belanja bisa menyambangi 'creme de la creme' di Stokstraat. Dress, gaun malam, aksesori hingga perhiasan, semuanya dibuat oleh tangan. Ada pula beberapa produk kulit asli seperti sarung tangan, tas dan jaket.

Di city center Maastricht pula, traveler bisa menemukan beberapa brand seperti America Today, ESPRIT, Jack & Jones, VANS, The Body Shop, Steve Madden, Swarovski, juga butik anak muda SISSY BOY.


(Sastri/detikTravel)
6. Malam: Restoran Beluga

Selain penuh tempat wisata belanja dan sejarah, Maastricht juga jadi tujuan penggila wisata kuliner. Salah satu tempat untuk mencicipi keberagaman gastronomi di Maastricht adalah Restaurant Beluga. Restoran peraih 2 bintang Michelin ini menyuguhkan sederet menu unik dan menggugah selera.

Restaurant Beluga terletak di Plein 1992, tepat di depan New Bridge yang membentang di atas Sungai Maas. Restoran ini digagas oleh Hans van Wolde, yang kini jadi chef utama di restoran tersebut.

Beluga terbagi jadi beberapa ruangan, termasuk lounge di bagian depan. Sedikit permainan cahaya berwarna pink dan ungu membuat atmosfer Beluga terasa modern sekaligus hangat. Anda boleh memilih menu a la carte, atau 'Surprise Menu' yang terdiri dari 4-6 course.

Kalau ingin melihat pembuatan makanannya, duduklah di Foodbar. Traveler bisa melihat para juru masak 'berkutat' dengan pekerjaan masing-masing. Dimulai dari appetizer, main course, sampai desert, pengalaman gastronomi di Kota Maastricht dijamin tak akan terlupakan! (sst/sst)

BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Toilet Mewah ala Lawang Sewu

Minggu, 22 Okt 2017 09:52 WIB

Kalau liburan ke Semarang, kurang greget bila tidak mampir ke bangunan kuno bernama Lawang Sewu. Yang perlu traveler tahu, ternyata toilet Lawang Sewu mewah.