Kota Hantu Tanpa Hantu di Kanada

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kota Hantu Tanpa Hantu di Kanada

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 22 Jan 2016 12:52 WIB
Kota Hantu Tanpa Hantu di Kanada
Suasana di Kitsault (Dirk Mostert/Youtube)
British Columbia - Bagi orang Kanada, kota kecil Kitsault disebut sebagai kota hantu. Meski banyak fasilitas lengkap dan terawat, kota ini sangat sepi karena ditinggalkan penduduknya 30 tahun lalu. Tapi sepertinya, tidak seram-seram amat.

Silakan ketik kata 'Kitsault' di internet, pasti informasi yang keluar adalah mengenai ghost town alias kota hantu. Usut punya usut, inilah kota hantu paling terkenal di Kanada. Namun, cerita tentang hantu atau yang gaib-gaib rasanya jarang terdengar di negara yang terdapat gambar daun maple di benderanya.

Dari informasi yang dirangkum detikTravel, Jumat (22/1/2016) Kitsault berada di bagian utara provinsi British Columbia. Kota terdekatnya, adalah kota pelabuhan Prince Rupert yang dapat ditempuh selama 4 jam naik mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perumahan di Kitsault (Dirk Mostert/Youtube)

Sejarahnya begini, perusahaan tambang asal AS, Phelps Dodge membangun kota Kitsault di tahun 1979. Sebabnya, di sana ditemukan banyak logam seperti molibdenum dan sumber gas alam.

Perusahaan tambang tersebut lantas memberikan fasilitas super lengkap di kotanya. Mulai dari tempat tinggal perumahan sampai apartemen, sekolah, kantor pos, perpustakaan, pasar swalayan, rumah sakit hingga bioskop. Tak ketinggalan, lapangan golf pun ada.

Kemudian, 1.200 para pekerja yang berasal dari Kanada dan AS dipindahkan ke sana. Adanya fasilitas yang lengkap, membuat para pekerja betah tinggal di sana.

Semua berubah 2 tahun kemudian, di kala harga molibdenum jatuh dan terjun bebas. Perusahaan Phelps Dodge nyaris bangkrut dan menutup pabrik tambang di Kitsault. Para penduduk pun harus angkat kaki dari sana.


Bagian dalam pasar swalayan yang sepi karena ditinggalkan (Dirk Mostert/Youtube)

Sejak saat itu, kota kecil Kitsault sepi tanpa orang. Hanya tinggal bangunan-bangunan saja. Jalanan sepi, listrik pun mati. Sejak saat itu jugalah, julukan kota hantu disematkan pada Kitsault.

Hampir 30 tahun lebih lamanya, Kitsault tidak dihuni orang. Akan tetapi, bangunan di sana yang awalnya memang sudah bagus tidak rusak. Kitsault pun lalu menarik minat pengusaha AS berdarah India, Krishnan Suthanthiran.

Di tahun 2004, dia membeli Kitsault seharga USD 5,7 juta dari Phelps Dodge. Tidak banyak yang dia ubah, hanya membersihkan bangunan-bangunan yang diselimuti debu. Semua fasilitas di sana masih sagat baik.

Cerita soal kota hantu, menurutnya sedikit menggelikan. Selama pengamatan dia, memang kotanya sepi dan gelap kala malam. Tapi cerita-cerita penampakan hantu atau sosok-sosok menakutkan, tidak ditemuinya.

Situs-situs paranormal dari AS pun pernah mengulas soal Kitsault. Suasananya dinilai sangat mencekam, karena tidak orang. Namun 'level' kengeriannya, tidaklah ngeri-ngeri amat karena jarang ada penampakan yang gaib-gaib.


Jalanan di Kitsault yang masih mulus (Dirk Mostert/Youtube)

Rencananya, Krishnan Suthanthiran akan membuka komplek perumahan di Kitsault pada tahun 2017 mendatang. Dia juga mempersiapkan, untuk membangun kembali proyek tambang di sana yang kabarnya kandungan gas alam masih cukup banyak.

Dirinya sempat diwawancarai oleh media lokal, Global News mengenai akankah Kitsault dibuka sebagai tempat wisata karena turis penasaran dengan kota hantu ini. Jawabannya, dia menolak dan lebih memprioritaskan Kitsault sebagai tempat tinggal yang nyaman dan tenang untuk penduduknya.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads