Ya, situs BBC Travel menasbihkan Roopkund sebagai 'Five of The Scariest Places on Earth'. Dikutip dari situsnya, Selasa (2/2/2016) Roopkund memiliki 300 tengkorak manusia yang berserakan di pinggiran danau. Tengkorak yang bentuknya masih bagus, dan beberapa masih terdapat daging dan rambut.
Roopkund berlokasi di Distrik Chamoli di wilayah Uttarakhand, sebelah utara India dan masuk dalam kawasan Pegunungan Himalaya. Jaraknya dari Kota New Delhi, 10 jam naik mobil. Danau ini sendiri ada di ketinggian 5.000 mdpl.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roopkund dari ketinggian (Asith Mohan Mangalore/Youtube)
Sejarahnya begini, di tahun 1942, seorang penjaga hutan setempat dan beberapa pendaki menemukan danau yang ada di tengah-tengah lembah. Danau yang hanya 'muncul' ketika musim panas tiba dan es di sekitarnya mencair. Sebab, membeku di kala cuaca sedang dingin.
Danau yang jernih jika dilihat dari atas, tapi bikin bergidik ketika didekati. Tak ayal, ratusan tengkorak dan tulang belulang manusia berserakan di tepian danaunya. Spekulasi pun bermunculan.
Banyak orang menyebutnya sebagai tempat kuburan massal. Namun para penjelajah dan sejarawan, menilainya sebagai korban longsoran salju atau jenazah dari tentara Jepang yang masuk melalui India.
Tengkorak yang berada di sekitar danau dan masih dalam kondisi bagus (savita sharma/Google Maps)
Tahun 2004, dimulailah suatu ekspedisi gabungan dari beberapa negara dan menemukan titik terang. Pertama, jumlah tengkorak manusia di sana mencapai angka 300. Kedua, melalui tes DNA, tengkorak-tengkoraknya sudah ada sejak abad ke-9!
Ketiga, ternyata ada dua kelompok yang membagi tengkorak-tengkorak tersebut. Kelompok pertama adalah satu keluarga atau suku. Sedangkan kelompok kedua adalah penduduk lokal yang bekerja sebagai porter dan pemandu.
Tulang belulang yang berserakan (Oneirishman Original/Youtube)
Fakta itu semakin kuat dengan ditemukannya cincin, tombak, sepatu kulit, dan tongkat bambu. Sejumlah ahli mengatakan, bahwa tengkoraknya berasal dari kelompok yang sedang melakukan penziarahan melalui lembah tersebut, dibantu oleh penduduk lokal yang menjadi pemandunya.
Lalu mengapa semuanya meninggal? Itu disebabkan oleh benturan benda tumpul yang keras di kepala. Benda tumpul yang dinilai para ahli bukan merupakan serangan dari senjata, melainkan dari hujan es yang esnya seukuran bola kriket atau longsoran salju yang kuat.
Cuaca yang dingin, membuat tengkorak-tengkorak di sana tetap terjaga dengan baik. Walau sudah mendapat penjelasan dari para ahli, masyarakat India rupanya punya versi sendiri. Mereka percaya, kalau di sana Sang Dewi penjaga gunungnya marah kepada para pendatang. Sehingga menghujani mereka dengan batu yang sangat keras.
Β
Tengkorak di Roopkund (Oneirishman Original/Youtube)
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru